Skip navigation

Monthly Archives: October 2009

Ada suatu persekutuan Kristen (Indonesia) di Bremen, namanya Perki Bremen. Organisasi ini memiliki blog lama yang tidak (atau sulit) diperbaharui lagi. Hal ini disebabkan pembelian Blogger oleh Google yang waktunya bersamaan dengan para admin blog yang sedang pindahan (dan mengerjakan thesis). Sebelum mereka thesis eh pindahan, ada percobaan mengutak-atik HTML dan JS supaya menjadi blog yang lebih baik tetapi proyek ini berhenti sampai di sini.

Setelah melalui proses panjang, di antara kegaptekan dan sulitnya mencari waktu, mulailah blog baru Perki Bremen dirintis sejak 2009. Blog ini masih versi Beta karena ada hal-hal politis, maksudnya hal-hal yang secara organisasi belum disetujui. Jadi masih menunggu penilaian khalayak dalam menentukan nasib blog baru ini, baik dari segi desain maupun isi.

Oh, ya, blog baru ini ditemukan di alamat http://perkibremen2009.blogspot.com

Tujuan awal pendirian blog Perki Bremen (seingatku) adalah

  • memublikasikan isi Pendalaman Alkitab Perki Bremen
  • memublikasikan renungan Kristiani (dengan tak lupa mencantumkan sumber asli)
  • yang lainnya lupa karena notulensi tidak di tanganku

Pada blog baru, terdapat desain yang mengakomodasi prinsip web 2.0. Ada tautan menuju Facebook dan milis Perki Bremen serta tautan ke website Perki Eropa dan Perki se-Eropa. Karena arsip milis bersifat terbuka, blog baru bisa menampilkan “feed” dari milis. Intinya sih menambah kekuatan dalam jejaring di dunia maya internet.

Tampilan blog baru masih kurang menarik karena masih menggunakan “template” jadi dari Blogger. Kawan Rudolf S.B. mencoba memikirkan gambar yang bisa menggambarkan ke-Indonesia-an sekaligus ke-Bremen-an (Jerman). Namun sulit sekali, akhirnya pasang gambar merah-putih plus Garuda. Akibatnya jadi kaya situs resmi Pemerintah Indonesia. Tapi setidak-tidaknya dua admin ini jadi belajar bagaimana cara menempel gambar di blogger.

Untuk saat ini, isinya baru sebagai berikut

Ke depannya, blog baru akan dibuat multi penulis. Semua anggota Perki Bremen (yang punya akun Blogspot) bisa menulis di blog ini. Tujuannya adalah meningkatkan semangat gotong royong. Blog lama sulit diperbaharui karena mengandalkan kemampuan satu orang (atau quasi satu orang). Ada tertulis, jika dua tiga orang berkumpul dalam nama Yesus maka di situ Dia hadir. Nah, “multi-author-ish” alias “Mehrautorig” ini akan menjadi kekuatan baru pada blog ini. Kebersamaan akan menghalau kesepian. Kekurangan satu orang ditutupi dengan kelebihan yang lain. Bersama kita bisa!

Perjuangan masih panjang! Para penulis blog harus dikunjungi satu-satu (dan dijarah makanannya olehku) supaya mau (dan bisa) menulis di blog ini. Mereka sudah di-invite tapi tidak ada balasan. Entah gaptek atau tidak ada waktu. Seperti biasa, orang Indonesia di Bremen tidak akan “bergerak” kalau tidak dikunjungi secara personal.

Silahkan melihat dan menilai blog baru.

Advertisements

The complete posting can be seen on my other blog.

I found a good slide about reading after I read Christopher Dawson‘s article. This slide tell us that you need a prior knowledge to understand what you read. This slide explains why reading strategies (in language courses) cannot help you in reading comprehension test like in school exams, TOEFL, IELTS, FCE, CAE, Test DaF, Zertifikat Deutsch, DSH and many other language test. Reading comprehension requires prior knowledge.

Knowledge matters to reading. That sentence is mentioned in the slide. I have a friend, called Rudolf Surya Bonay, who has done DSH test (a German language test for entering university). He did the test well because he had a feeling that World War II would be in the exam. He searched information about the war in the internet. The language test had indeed a lot of question about the war because there was 60 years celebration of the end of World War II at that time. Another sentence in the video is “Knowing the subject makes you good reader“.

After watching the slide, I realised that reading religious text (like Bible, Quran, and so on) could have the same problem. People have different prior knowledge so they interpret religious text differently. For example, I have no experience of being a shepherd, planting figgs, killing people from another religion and so on. The people (or society) who “teach” me religion (and/or theory about religion) give me some experience or knowledge which make me different from other people on other part of the world. My religious believe is not the same as other. It is a pity that there is a group of religious people forcing others to believe what they believe.

Back to the slide, at the end there is a sentence “Teaching content is teaching reading“. Enjoy it!


***


***

Additional information can be seen here.

I have just made a new blog called Brain Robot Research. This blog is about brain-computer interface, brain robot and brain machine interaction. I did my master project in the BrainRobot research group of the Institute für Automatissierungstechnik (IAT) in the Universität Bremen. So some of my experiences will be put in this blog. I am also “doing” my master thesis there at the time I write this.

The link adress is http://iscabrainrobot.blogspot.com if you would like to see.

The first writing is The First Neuron, as an introduction. The other postings are about my experience with BrainRobot in the CeBit 2008 in Hannover. They are

The postings told too much about the past this time. I will make the following posting about the future of this brain research.

Enjoy!