Skip navigation

Pada tahun 1987, ada film dari Warkop DKI yang berjudul “Makin Lama Makin Asyik” (wiki). Dono, Kasino, dan Indro berperan sebagai tiga anak kos. Ibu kosnya adalah Tante Sarah, diperankan oleh Susy Bolle. Lalu datang keponakan ibu kos bernama Erna, diperankan oleh Meriam Bellina. Di sini Timbul berperan sebagai pacar ibu kos.

Tante Sarah tidak suka tiga anak kosnya bergaul dengan keponakannya, walaupun Dono, Kasino, dan Indro berusaha menarik hati Erna. Waktu Erna mengajak ke klab malam, ketiga Warkop DKI harus menyamar sebagai wanita. Ini adegannya.

Nah, sebelum film video Warkop DKI ini dibuat, ada film Israel bernama Eskimo Limon (imdbwiki), dalam Bahasa Ibrani אסקימו_לימון. Dalam Bahasa Inggris, film ini disebut Lemon Popsicle (wiki) dan dalam bahasa Jerman disebut Eis am Stiel (wiki1, wiki2). Di film ini, ada tiga tokoh Bentzi/Benny, Yuda’Leh/Johnny/Hughie, and Momo/Bobby. Total ada 8 film Eskimo Limon, dimulai dari yang pertama tahun 1978 hingga terakhir tahun 1988. Film Israel ini diedarkan lebih dahulu di Jerman sebelum di Hollywood, Amerika Serikat. 

Pada tahun 1982, ada film Eskimo Limon 4: Roman Za’ir, dalam bahasa Ibrani ספיחס. Dalam bahasa Jerman, Eis am Stiel 4: Hasenjagd. Dalam bahasa Inggris, Lemon Popsicle 4: Baby Love. Benny, Johnny, dan Bobby ikut wajib militer. Benny mengejar cinta Rina di kamp militer. Ada komandan pria dan wanita yang menjaga kamp. Ketika ketiga kawan tersebut ingin menyelinap ke kamp militer perempuan, mereka salah masuk ke tempat hiburan karena kabur takut ketahuan komandan. Di sana mereka harus menyamar jadi wanita karena ternyata komandan pria dan wanita lagi kencan di sana.

Ini adegannya dalam dubbing Jerman, tetapi dengan gambar yang bagus.

Lagu yang dipakai adalah Mama Yo Queiro (I want my Mama) dari Carmen Miranda. Dalam bahasa Portugis, Mama Eu Quero.

Satu adegan film Warkop DKI “Makin Lama Makin Asyik” meniru adegan Eskimo Limon 4. Dono, Kasino, dan Indro membuat plesetan adegan film Israel. Irama lagunya sama, koreografi dan kostum mirip, sedangkan lirik di-Indonesia-kan.

Benny diganti Kasino.

Johnny diganti Dono.

Bobby diganti Indro.

Komandan pria diganti Timbul.

Komandan wanita diganti Tante Sarah (Susy Bolle).

Bangsa Indonesia adalah bangsa pinggiran. Indonesia bukan pusat peradaban dunia. Kreativitas bangsa Indonesia lahir dari meniru atau mengadaptasi budaya dari pusat peradaban. Kitab Arjuna Wiwaha yang asli Jawa menambah isi Mahabharata yang asalnya dari India. Jimat Kalimasada mengadaptasi Mahabharata dari India, dan sufisme Islam dari Arabia dan Levant. Dono, Kasino, Indro membuat plesetan film asing dengan meniru kemudian menambah cita rasa Indonesia ke dalam film-filmnya. Mungkin hanya La Galigo yang asli dari Indonesia tanpa adaptasi budaya luar.

Untuk memajukan Indonesia, kita harus menyadari siapa kita dan dari mana kita mulai. Sebagai bangsa pinggiran, kita harus memulai dengan mencomot budaya asing dari sana-sini lalu meraciknya dengan nuansa lokal sehingga tercipta hal baru yang kreatif seperti nenek moyang kita. Seperti ilmu kungfu Tarian Harimau dan Bangau, adalah gabungan Sodokan Bangau dan Cakar Harimau. 

Mari lihat adegan film Eskimo Limon asli dalam bahasa Israel. Walau videonya jelek, tapi bahasanya asli kaga didubbing.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: