Skip navigation

Monthly Archives: February 2012

Dari obrolan bersama seorang kawan mengenai biaya hidup, aku tidak percaya kalau pengeluarannya per bulan cuma 200 EUR per bulan. Biaya kosnya 100 EUR per bulan. Jadi untuk makan, mandi, dan bersihin rumah tinggal 100 EUR per bulan.

***

Ini perhitungan biaya makan hemat di Jerman

  • roti lapis untuk 3 hari, seharga 29 s.d. 69 sen. JAdi sebulan habis 2,9 s.d. 6,9 EUR.
  • selai buah untuk seminggu, seharga 50 sen. JAdi sebulan habis 2 EUR.
  • Jus buah untuk 3 hari, seharga 55 sen. JAdi sebulan habis 5,5 EUR
  • Telur untuk 10 hari seharga 39 sen. Jadi sebulan habis 1,17 EUR

Total sebulan habis 15,57 EUR saja untuk makan.

Roti sumber karbohidrat. Selai buah dan jus buah sumber vitamin dan mineral. Telur sumber lemak dan protein.

Kalau masih merasa kurang gizi, cari aja keluarga Indonesia lokal. Siapa tahu ada acara undangan makan-makan. BTW, di universitas sering ada informasi makan gratis yang diselenggarakan oleh organisasi atau acara kultural. Selama di Bremen, aku sudah merasakan makanan Mesir, Iran, Mexico, Venezuela, Kamerun, Kenya, dll dari acara beginian.

***

Perhitungan biaya kebersihan hemat di Jerman

  • sabun batang 29 sen untuk 2 minggu mandi. Sebulan habis 58 sen. Bisa dihemat dengan jarang mandi. Jadinya sabun ini bisa bertahan 6 bulan.
  • shampoo 1 EUR untuk 1-2 minggu mandi. Sebulan habis 4 EUR maksimal. Kalau jarang mandi, shampoo ini bisa bertahan 3 bulan.
  • sabun cuci piring 2 EUR untuk 6 bulan. Sebulan habis 33 sen.
  • sabun cuci baju 6 EUR untuk 12 bulan. Sebulan habis 50 sen. 
  • sabun buat ngelap ini-itu, 3 EUR untuk 12 bulan. Sebulan habis 25 sen.
  • cairan pengepel lantai, 6 EUR untuk 12 bulan. Sebulan habis 50 sen

Total sebulan habis 6,19 EUR.

Sekali lagi, bisa dihemat dengan jarang mandi dan jarang bersihin rumah.

***

Gimana dengan beli baju, sepatu, dan celana?

Lu minta aja sama kawan-kawan yang buang baju, sepatu, celana kalau mau pulang habis ke Indonesia.

***

Gimana dengan meja, kursi, tempat tidur, selimut, lampu, piring, gelas, dan perabotan lainnya?

Lu minta aja sama orang-orang. Sama kaya minta pakaian di atas.

***

Gimana biaya telpon dan internet?

Lu kasih missed-call aja untuk minta ditelpon. Jadi biaya telpon bisa 0 EUR per bulan. Untuk internet, cari tempat tinggal yg internet sharingnya inklusif dalam sewa kos.

***

Gimana kalau mau ngontak keluarga dan teman di Indonesia?

Sebelum ke Jerman, lu harus mendidik mereka untuk kaga gaptek pakai Skype. Kalau gagal mendidik mereka, jangan ngontak mereka dan lebih baik ngobrol sama jeruk kalau kesepian.

***

Gimana dengan air, listrik, dan gas?

Carilah tempat kos yang inklusif air, listrik, dan gas dengan biaya flatrate/Pauschal. Kalau kaga inklusif, sebaiknya mandi dibatasi dengan 1 baskom air per hari. Cara mandi adalah dengan kain waslap (Waschlappen) dan sabun batang. Cara mandi ini biasa dilakukan di rumah sakit ketika diopname tapi juga dilakukan oleh banyak orang tua di Jerman dan Belanda. Listrik dan gas dihemat dengan cara tapa pati geni di rumah.  Belajar di kampus aja, jadi rumah hanya untuk tempat tidur yang kaga perlu lampu.

***

Gimana dengan asuransi kesehatan?

Kalau umur di bawah 30 tahun, asuransi kesehatan privat itu 33 EUR per bulan. Kalau cuma butuh asuransi untuk dapat visa, ikut asuransi di masa-masa sekitar perpanjangan visa. Setelah dapat visa, asuransi dibatalkan. Kalau kamu perempuan yang punya resiko hamil jangan coba-coba hidup di Jerman tanpa asuransi kesehatan.

***

OK, sekarang aku percaya bahwa memang bisa hidup di Jerman dengan biaya hidup di bawah 200 EUR per bulan. Bahkan di bawah 100 EUR per bulan kalau kaga perlu bayar kos.

Untuk biaya hidup lebih nyaman dan realistis di Jerman, bisa baca

  • Biaya hidupku di Bremen tahun 2011, di sini
  • Biaya hidup seorang dukun di Bremen, di sini
  • Biaya hidup Steve Tirta di Darmstadt, di sini
  • Biaya hidup Bayu Van Adam tahun 2011, di sini

 

Nürnberg, 26 Februari 2012

iscab.saptocondro

 

Paul Root Wolpe had a talk “It’s time to questions bio-engineering” on TED.

In the talk, there are applications of Brain Computer Interface (BCI):

  • Monkey controls robotic arm with brain computer interface. The monkey sits in a room watching monitor and are put on EEG electrodes. In other room, there are robotic arm and camera. The monkey can see from the monitor what happens to robotic arm in the other room through camera. First, the monkey moves his own arm and robotic arm will make the same movement. After some repetitions, the monkey stops moving his arm and the robotic arm moves with the monkey’s will.
  • Flies and other insects are put on a chip to their “brain”. Then engineers can control the insects to fly with a remote control. Infact, engineers and scientist have made breakthrough with mammals: rats. Here animals are losing the autonomy of their bodies. There are ethical questions on consciousness and autonomy.
  • Eels’ brain is put in gel which is put on electrodes. This bio-electronic system is put in a mobile robot as the main controller. The robot has a sensor and wheels. The robot can move toward the light although there are no programming codes to do so. A robot which is directly controlled by brain. (My notes: other researchers in different countries have successfully use rat brain tissues, see here)

Enjoy the video:

http://www.ted.com/talks/paul_root_wolpe_it_s_time_to_question_bio_engineering.html

Nürnberg, 26 Februari 2012

iscab.saptocondro

Selain tentang biaya hidupku tahun 2011 di Bremen, aku ingin menulis tentang biaya hidup seorang dukun di Bremen. Baca tulisan sampai bawah kalau ingin tahu dukun ini lebih lanjut.

***

Biaya bulanan

  1. Bayar kos = 70 EUR
  2. Asuransi kesehatan privat = 40 EUR
  3. Makan di rumah = 45 EUR
  4. Telpon = 5 EUR
  5. Kebersihan = 5 EUR

TOTAL bulanan = 165 EUR

***

Biaya Semester

  1. Semesterticket = 190 EUR
  2. Pakaian = 5 EUR

Biaya semester dibagi 6 = 32,5 EUR

Jadi tiap bulan dia butuh 197,5 EUR.

Ditambah biaya darurat 25% (49,38 EUR) menjadi 246,88 EUR per bulan.

***

Biaya di atas hanyalah ramalan alias prediksi dari dukun lain di Bremen yang pindah ke Nürnberg. Penjelasannya sebagai berikut.

  1. Dukun ini tinggal di Kuburan 24. Kos di sana khusus buat dukun ini murah. Selain itu, dia tinggal bersama (Wohnungsgemeinschaft/WG/apartment sharing) dengan banyak kawan, sehingga biaya makan di rumah bisa ditekan.
  2. Asuransi kesehatan privat juga sebetulnya tak lebih dari 40 EUR.
  3. Dukun ini jarang nelpon, nampaknya juga takkan sampai 5 EUR per bulan.
  4. Dukun ini jarang bersihin rumah/kamar, hehehe. Nampaknya biaya kebersihan hanya dipakai untuk beli sabun mandi, pasta gigi, dan shampoo.
  5. Semesterticket Uni Bremen dibeli dukun ini supaya bisa naik angkot sampai Hamburg dan Hannover.
  6. Tidak diketahui berapa besar anggaran dukun ini untuk beli pakaian tiap semester atau tiap tahun. Dukun ini biasanya senang sekali dengan baju pemberian orang. Anggap saja 5 EUR per semester.
  7. Sekarang aku tahu kenapa kiriman 200 EUR per bulan cukup untuk menghidupi dukun ini.

***

Dukun ini disebutkan dalam kisahku di Bremen ketika makan-makan bersama Mba Rina dan legenda Bremen. Tempat tinggal dukun kuncen ini, yaitu Kuburan 24, pernah kuceritakan ketika meninggalkan Bremen. Dukun ini sangat sakti. Dia pernah kuliah di kampus Gajah Tapa di Bandung. Seperti logo kampus perguruan tinggi negeri di Bandung tersebut yang duduk di atas buku, dukun ini pernah tidur di atas puluhan buku yang dipinjam dari Uni Bremen dan HS Bremen.

Cerita ini kudapat dari teman kosnya di Kuburan 24. Puluhan buku ditumpuk rapi, lalu di atasnya ditumpuk pakaian-pakaian kemudian sprei. Tidurlah dukun ini dengan tenang di atas buku-buku tersebut.

Ketika dukun kuncen ini pergi dari Bremen dan terbang ke Indonesia untuk selamanya, kosmologi Bremen berubah drastis. Kemudian gunung Eyjafjallajökull meletus di Islandia yang abunya mematikan penerbangan di Eropa. Kesaktiannya betul-betul mengguncangkan Eropa. Dukun-dukun lain di Bremen pun terguncang dan mereka melakukan tapa thesis bersama-sama secara serius untuk menghormati kepergian dukun dari Kuburan 24 ini.

Nürnberg, 25 Februari 2012

iscab.saptocondro

Himmel und Hölle

Du bist im Himmel wenn du amerikanischer Gehalt, deutsches Auto, chinesisches Essen und indonesiche Frau hast.

Du bist in der Hölle wenn du indonesicher Gehalt, chinesisches Auto, deutsches Essen und amerikanische Frau.

Es ist lustig dass der Himmel und die Hölle sind nur eine Sache der Reihen.

Quelle: weitergeleitete Emails und Facebook-Pinnwand.

***

Heaven and Hell

Heaven is having american salary, german car, chinese food and indonesian wife.

Hell is having indonesian salary, chinese car, german food and american wife.

It is funny that heaven and hell is just a matter of series.

Source: forwarded emails and Facebook Wall

***

Surga dan Neraka

Surga adalah gaji Amerika, mobil Jerman, makanan Cina, dan istri Indonesia.

Neraka adalah gaji Indonesia, mobil Cina, makanan Jerman, dan istri Amerika.

Ternyata surga dan neraka hanya masalah deret.

Sumber: surel tembusan dan tembok Facebook

***

Quelle: weitergeleitete Emails und Facebook-Pinnwand.

 

Liebe Grüße aus / Best greeting from / Salam hangat dari Nürnberg, Bayern

iscab.saptocondro 

 

Apa yang kaurasakan ketika kau membaca surat cinta orang lain yang dipersembahkan untuk kekasihmu?

Apa yang kaurasakan ketika kau membaca surat cinta seorang pria untuk wanita yang kaukasihi? Pacarmu? Istrimu? Mantan pacarmu?

***

Hari ini, kubaca suatu tulisan. Tulisan itu adalah suatu curhat dari seorang pria tentang seorang wanita. Membaca tulisan ini, membuatku seperti makan nasi ruwet spesial. Nasi ruwet ini terdiri dari nasi kesedihan, mie cemburu, dan bihun penyesalan.

Setelah kubaca tulisan itu, aku terhening sesaat. Alunan lagu “Jar of Hearts” dari Christina Perri menghampiri telingaku. Tiba-tiba udara menjadi dingin dan kulihat dari jendela salju turun. Nampaknya alam kota Nürnberg menghiburku dengan sedikit empati.

Secercah kesadaran tiba-tiba hadir mengurangi suramnya penyesalan. Aku sadar bahwa aku telah memilih untuk berpisah dengan kekasihku. Walaupun hanya dialah wanita yang bisa menyirami jiwaku dengan air kehidupan, aku memilih berpisah demi suatu kesaktian dari negeri seberang.

Aku terhempas pada suatu ingatan di pertengahan Juli 2009. Kudengar bahwa pria ini berhasil mendapatkan hati kekasihku. Hari itu menjadi suatu hari kematianku. Kemanusiaanku terenggut. Aku kehilangan kemampuan untuk menjadi manusia.

Selain itu, aku kehilangan ikatanku dengan tanah airku. Nampaknya wanita inilah simpul utama pada tali yang mengikatku dengan tanah airku.

Aku hanya ingin berlari. Menjauh dari tanah airku dan menggapai mimpiku menjadi seorang yang sakti di negeri seberang. Aku yakin negeri tempat tinggalku sekarang akan membuatku menemukan kesejatian. Kesejatian ini ditemukan Bima pada pertemuannya dengan Dewa Ruci dan kutemukan di negeri perjanjian baru.

Hari ini, kubaca tulisan itu. Perasaanku berkecamuk. Sedih karena kehilangan cinta wanita itu namun senang karena dia mendapat pria yang bisa mencintainya lebih baik. Marah karena perpisahanku dengannya namun terharu dengan kisah cinta keduanya. Cemburu dan pasrah menjadi satu dalam pusaran yin dan yang. Perasaan nasi ruwet spesial!

Pria ini bisa menulis perasaannya yang mirip dengan perasaanku terhadap wanita ini. Seorang wanita yang bisa membuat seorang pria yang rumit menjadi bisa mencintai secara sederhana. Pria ini mengingatkanku akan cintaku pada wanita ini. Bagaimana hidupnya berubah ketika bertemu wanita ini.

Kuberharap dapat menemukan kemanusiaanku kembali di tanah ini. Aku ingin bisa menjadi manusia yang bisa mencintai. Kuingin cinta bisa menari kembali di taman jiwaku. Kuyakin semua negeri memberi harapan. Takkan kulewatkan semua kesempatan untuk menjadi manusia.

Nürnberg, 19 Februari 2012

iscab.saptocondro

Cara menyanyikan Indonesia Pusaka adalah dengan bergotong-royong.

Ini lagu gotong royong dari Saykoji.

Pusaka Indonesia sekarang sedang berada di Nürnberg, Bayern, Jerman.

iscab.saptocondro

This is a short video of Brain Computer Interface research in Bandung, Indonesia.

The research is conducted in the School of Electrical Engineering and Informatics (STEI) in Institut Teknologi Bandung (ITB).

iscab.saptocondro