Skip navigation

Apa yang kaurasakan ketika kau membaca surat cinta orang lain yang dipersembahkan untuk kekasihmu?

Apa yang kaurasakan ketika kau membaca surat cinta seorang pria untuk wanita yang kaukasihi? Pacarmu? Istrimu? Mantan pacarmu?

***

Hari ini, kubaca suatu tulisan. Tulisan itu adalah suatu curhat dari seorang pria tentang seorang wanita. Membaca tulisan ini, membuatku seperti makan nasi ruwet spesial. Nasi ruwet ini terdiri dari nasi kesedihan, mie cemburu, dan bihun penyesalan.

Setelah kubaca tulisan itu, aku terhening sesaat. Alunan lagu “Jar of Hearts” dari Christina Perri menghampiri telingaku. Tiba-tiba udara menjadi dingin dan kulihat dari jendela salju turun. Nampaknya alam kota Nürnberg menghiburku dengan sedikit empati.

Secercah kesadaran tiba-tiba hadir mengurangi suramnya penyesalan. Aku sadar bahwa aku telah memilih untuk berpisah dengan kekasihku. Walaupun hanya dialah wanita yang bisa menyirami jiwaku dengan air kehidupan, aku memilih berpisah demi suatu kesaktian dari negeri seberang.

Aku terhempas pada suatu ingatan di pertengahan Juli 2009. Kudengar bahwa pria ini berhasil mendapatkan hati kekasihku. Hari itu menjadi suatu hari kematianku. Kemanusiaanku terenggut. Aku kehilangan kemampuan untuk menjadi manusia.

Selain itu, aku kehilangan ikatanku dengan tanah airku. Nampaknya wanita inilah simpul utama pada tali yang mengikatku dengan tanah airku.

Aku hanya ingin berlari. Menjauh dari tanah airku dan menggapai mimpiku menjadi seorang yang sakti di negeri seberang. Aku yakin negeri tempat tinggalku sekarang akan membuatku menemukan kesejatian. Kesejatian ini ditemukan Bima pada pertemuannya dengan Dewa Ruci dan kutemukan di negeri perjanjian baru.

Hari ini, kubaca tulisan itu. Perasaanku berkecamuk. Sedih karena kehilangan cinta wanita itu namun senang karena dia mendapat pria yang bisa mencintainya lebih baik. Marah karena perpisahanku dengannya namun terharu dengan kisah cinta keduanya. Cemburu dan pasrah menjadi satu dalam pusaran yin dan yang. Perasaan nasi ruwet spesial!

Pria ini bisa menulis perasaannya yang mirip dengan perasaanku terhadap wanita ini. Seorang wanita yang bisa membuat seorang pria yang rumit menjadi bisa mencintai secara sederhana. Pria ini mengingatkanku akan cintaku pada wanita ini. Bagaimana hidupnya berubah ketika bertemu wanita ini.

Kuberharap dapat menemukan kemanusiaanku kembali di tanah ini. Aku ingin bisa menjadi manusia yang bisa mencintai. Kuingin cinta bisa menari kembali di taman jiwaku. Kuyakin semua negeri memberi harapan. Takkan kulewatkan semua kesempatan untuk menjadi manusia.

Nürnberg, 19 Februari 2012

iscab.saptocondro

2 Comments

  1. ‘Mencintai secara sederhana’. That’s powerful.

  2. Salam kenal kang dari ane yg pemula…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: