Skip navigation

Monthly Archives: March 2012

Rabu, 28 Maret 2012.
Di suatu halte, dua orang berdiri berdampingan di suatu halte angkot di Nürnberg, Jerman. Yang satu, kepalanya botak dengan pakaian penuh simbol Neo Nazi. Satu orang yang lain adalah seorang asing di negeri Jerman yang merantau dari negara kepulauan bernama Indonesia.

Menunggu…
…kapankah angkot itu tiba?

Keduanya terdiam.
Si PalBot (kepala botak) dengan pakaian NeoNazi tampak damai dan tidak agresif.
Si Indon (orang Indonesia) juga terdiam menanti kedatangan angkutan umum.

Ternyata Palbot kalau lagi sendirian tidak berbahaya. Begitu “harmless”. Manusia sebagai seorang makhluk individu berbeda dengan sebagai makhluk sosial. Kalau Palbot tersebut berada dalam rombongan, bisa saja dia provokatif dan agresif  terhadap seorang asing di tanah Jerman. Apalagi kalau sudah dalam pengaruh alkohol. Tapi kali ini, Palbot tersebut sendirian.

Sabtu ini, 31 Maret 2012 di Aufsessplatzt jam 14:30 siang.
Kemungkinan kedua orang tersebut berada pada grup yang berbeda dalam suatu demo.
Yang satu membawa propaganda fasisme tentang suatu Übermensch.
Yang satu membawa propaganda humanisme tentang dunia yang warna-warni seperti bunga dan pelangi.
Keduanya mungkin bertempur membela kubu yang berbeda.

Angkot pun tiba. Keduanya menaiki angkot tersebut.

Nürnberg, 30 Maret 2012.

iscab.saptocondro

Advertisements

Thesis Doktoral atau disertasi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY):
“Pembangunan Pertanian dan Perdesaan sebagai upaya Mengatasi Kemiskinan dan Pengangguran: Analisis Ekonomi Politik Kebijakan Fiskal”. 2004. IPB. Bogor.

Pertanyaanku:
Apakah yang dikerjakan Dr. SBY ketika menjadi Presiden (tahun 2004-2014) sesuai dengan thesisnya sewaktu masih studi S3?
Bagaimana kebijakan fiskal SBY?
(Ketika tulisanku di blog ini kubuat, SBY memiliki kebijakan fiskal memotong subsidi bahan bakar minyak: harga premium per liter dari Rp 4500 menjadi Rp 6000)
Bagaimana subsidi yang diberikan kepada pedesaan dan kepada petani?
Kita lihat hingga tahun 2014.

Tulisan Susilo Bambang Yudhoyono yang lain

  • “Kebijakan Fiskal Indonesia: dinamika, permasalahan, dan pilihan”, S.B.Yudhoyono, 2004, Brighten Press, Jakarta. (tautan)
  • “Pengurangan Kemiskinan di Indonesia: mengapa tidak cukup dengan memacu pertumbuhan ekonomi?”, S.B. Yudhoyono, 2004, Brighten Press,Jakarta (tautan)
  • “Menuju Indonesia Baru”, S.B. Yudhoyono, 2004, Brighten Press (tautan)
  • “Membangun Indonesia yang Aman, Adil, dan Sejahtera: visi, misi dan program”,  S.B. Yudhoyono, 2004, Brighten Press (tautan)
  • “Menuju Negara Kebangsaan Indonesia Modern”, S.B. Yudhoyono, 2004, Brighten Press (tautan)
  • “Indonesia 2004-2009: vision for change”, S.B. Yudhoyono, 2004, Brighten Press. (tautan)
  • “Aceh Perlu Keadilan Kesejahteraan dan Keamanan”,S.B. Yudhoyono, 2001,Kantor Menkosospolkam, Jakarta. (tautan)
  • dll (lihat aja tautan di atas, mirip-mirip semua)

Alamat penerbit Brighten Press:
Brighten Institute
Indonesia Institute for Public Policy and Development Studies
Jl. Merak No. 14
Tanah Sareal
Bogor 16161
Indonesia
Telpon: +62 251 8323 080
Fax: +62 251 8357 326
http://www.brighten.or.id 

Dipikir-pikir, hebat juga, Dr. Yudhoyono ini. Dalam setahun bisa bikin banyak buku diselingi kesibukan kampanye untuk Pemilu. Waktu itu, tahun 2004, Beliau masih ganteng dan kantung matanya tidak seperti sekarang tahun 2012. Berarti tidur cukup namun bisa produktif bikin lebih dari 5 buku dalam setahun. Nampaknya SBY lebih sehat hidupnya kalau jadi Ph.D. student daripada jadi Presiden.

OK, mungkin juga ada Ctrl+C dan Ctrl+V dalam karya tulisnya. Tapi hebat juga dalam satu tahun, reviewer dan editor Brighten Press bisa meloloskan tulisannya. Penerbit dan organisasi di belakangnya juga punya alamat di kota yang sama dengan tempat tinggal Pak Beye, yah?

 

Nürnberg, 28 Maret 2012

iscab.saptocondro

Thesis Doktoral atau disertasi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY):
“Pembangunan Pertanian dan Perdesaan sebagai upaya Mengatasi Kemiskinan dan Pengangguran: Analisis Ekonomi Politik Kebijakan Fiskal”. 2004. IPB. Bogor.

Pertanyaanku:
Apakah yang dikerjakan Dr. SBY ketika menjadi Presiden (tahun 2004-2014) sesuai dengan thesisnya sewaktu masih studi S3?
Bagaimana kebijakan fiskal SBY?
(Ketika tulisanku di blog ini kubuat, SBY memiliki kebijakan fiskal memotong subsidi bahan bakar minyak: harga premium per liter dari Rp 4500 menjadi Rp 6000)
Bagaimana subsidi yang diberikan kepada pedesaan dan kepada petani?
Kita lihat hingga tahun 2014.

Tulisan Susilo Bambang Yudhoyono yang lain

  • “Kebijakan Fiskal Indonesia: dinamika, permasalahan, dan pilihan”, S.B.Yudhoyono, 2004, Brighten Press, Jakarta. (tautan)
  • “Pengurangan Kemiskinan di Indonesia: mengapa tidak cukup dengan memacu pertumbuhan ekonomi?”, S.B. Yudhoyono, 2004, Brighten Press,Jakarta (tautan)
  • “Menuju Indonesia Baru”, S.B. Yudhoyono, 2004, Brighten Press (tautan)
  • “Membangun Indonesia yang Aman, Adil, dan Sejahtera: visi, misi dan program”,  S.B. Yudhoyono, 2004, Brighten Press (tautan)
  • “Menuju Negara Kebangsaan Indonesia Modern”, S.B. Yudhoyono, 2004, Brighten Press (tautan)
  • “Indonesia 2004-2009: vision for change”, S.B. Yudhoyono, 2004, Brighten Press. (tautan)
  • “Aceh Perlu Keadilan Kesejahteraan dan Keamanan”,S.B. Yudhoyono, 2001,Kantor Menkosospolkam, Jakarta. (tautan)
  • dll (lihat aja tautan di atas, mirip-mirip semua)

Alamat penerbit Brighten Press:
Brighten Institute
Indonesia Institute for Public Policy and Development Studies
Jl. Merak No. 14
Tanah Sareal
Bogor 16161
Indonesia
Telpon: +62 251 8323 080
Fax: +62 251 8357 326
http://www.brighten.or.id 

Dipikir-pikir, hebat juga, Dr. Yudhoyono ini. Dalam setahun bisa bikin banyak buku diselingi kesibukan kampanye untuk Pemilu. Waktu itu, tahun 2004, Beliau masih ganteng dan kantung matanya tidak seperti sekarang tahun 2012. Berarti tidur cukup namun bisa produktif bikin lebih dari 5 buku dalam setahun. Nampaknya SBY lebih sehat hidupnya kalau jadi Ph.D. student daripada jadi Presiden.

OK, mungkin juga ada Ctrl+C dan Ctrl+V dalam karya tulisnya. Tapi hebat juga dalam satu tahun, reviewer dan editor Brighten Press bisa meloloskan tulisannya. Penerbit dan organisasi di belakangnya juga punya alamat di kota yang sama dengan tempat tinggal Pak Beye, yah?

 

Nürnberg, 28 Maret 2012

iscab.saptocondro

Optimiscab : hop fading
Pesimiscab : hope fading

Optimiscab : membaca berita sains dan teknologi
Pesimiscab : membaca berita politik tentang Indonesia

Optimiscab: Mendengar musik Indonesia tahun 80-an dan 90-an
Pesimiscab: Mendengar musik Indonesia masa kini

Optimiscab: Menertawakan kebodohan baik yang dilakukan diri sendiri maupun orang lain
Pesimiscab: Menyesali kebodohan diri sendiri dan mengutuk kebodohan orang lain

Optimiscab: Mengikuti acara-acara PPI Jerman yang berhubungan dengan musik, olahraga, kesenian, dan makan-makan
Pesimiscab: Mengikuti diskusi dan rapat organisasi Indonesia di Jerman dan Eropa baik online maupun offline.

Optimiscab: Berkenalan dengan banyak orang baru, baik perempuan maupun laki-laki
Pesimiscab: Mencari jodoh

Optimiscab: Mempercayai diri sendiri
Pesimiscab: Mempercayai kata-kata orang lain

Optimiscab: Love is a verb
Pesimiscab: Love is a noun 

Nürnberg, 26 Maret 2012

iscab.saptocondro

Setiap pagi dari hari Senin s.d. Jumat, aku berangkat kerja naik angkot dari Nürnberg via Erlangen ke Herzogenaurach. Angkot yang kunaiki adalah kereta, trem, dan bus. Ada banyak pilihan dalam perjalanan dari Nürnberg ke Erlangen. Dari Erlangen ke Herzogenaurach, hanya ada bus. Tidak cocok denganku yang menggemari kendaraan yang melaju di atas rel.

Ada bus nomor 200 yang mengantarku di stasiun bus Erlangen pada jam 6.46, 7.20, atau 8.10 pagi. Kalau aku gagal mendapat bus ini, aku harus naik bus 201 yang datang dua kali per jam. Bus nomor 200 ini adalah bus cepat yang melewati tiga kantor pusat perusahaan internasional: Adidas, Puma, dan Schaeffler di Herzogenaurach. Bus nomor 201 tidak melewati kantor Puma, tetapi melewati kantor pusat Siemens, di Erlangen.

Yang kusukai dari bus 200 adalah suasana internasionalnya. Dalam bus ini, bahasa yang terdengar di kupingku adalah Inggris (British, American, Singlish), Jerman, Cina, Perancis, Spanyol, dll. Selain itu, para mahasiswi yang kerja praktek di Adidas juga tampil menarik. Bus yang jam 8.10 pagi pasti akan penuh.

Baik bus 200 maupun bus 201 akan melewati suatu perempatan yang dekat dengan pemukiman padat penduduk (dense residence area). Aku bilang padat karena di sini gedung apartemennya terdiri dari 12 hingga 20 lantai, dengan tiap lantai terdiri dari banyak kamar. Gedung-gedung tersebut juga berbentuk seragam pada suatu kompleks. Di tempat itulah apartemen murah Erlangen.

Sebelum sampai halte bus di perempatan tersebut, aku harus menghirup napas dalam-dalam untuk menikmati udara segar tersisa. Sebetulnya sebelum naik bus, aku menikmati udara segar dengan teknik pernapasan kundalini yoga. Kok, harus bernapas seperti itu?

Alasannya adalah rombongan konsultan SAP yang bekerja di Adidas dan Puma bakal naik bus dari halte tersebut. Konsultan SAP memiliki aroma tubuh yang tidak ramah. Aroma yang terlalu menonjol dan tidak rendah hati. Sangat tidak ramah buatku. Aroma ini sulit didefinisikan dengan kata-kata. Aroma ini simbol keangkuhan keringat bawang bombai dan kari ketiak. Berhubung aku menghindari rasisme, maka asal negara para konsultan SAP tersebut tidak kusebutkan di posting ini. hehehe.

Aku belajar dari anjingku untuk membedakan bau. Jangan tanya bagaimana anjingku mengajariku ilmu ini. Dari aroma tubuh para konsultan SAP, aku tahu mereka masak apa kemarin:

  • nasi tanduri
  • kari ayam
  • bakwan/falafel/perkedel atau hal lain yang mirip

Bekerja sebagai konsultan SAP itu bisa membuat orang lupa mandi akibat rangkaian tenggat (deadline). Selain itu, para konsultan SAP ini terbiasa hidup hemat di negeri orang. Hidup hemat berarti masak di rumah dan apartemennya pasti murah. Masak di rumah tiap hari dengan minyak goreng dengan ventilasi dapur buruk bisa membuat bau minyak goreng menempel di baju. Minyak goreng adalah pelarut yang baik untuk aroma dari bawang bombai, kari, okra, ketumbar, lengkuas, dll.

Masalah terjadi ketika kita tidak memisahkan pakaian:

  • untuk kerja
  • untuk masak
  • untuk santai di rumah
  • untuk bergaul di rumah

Lalu pakaian yang dipakai masak makanan A hari ini dipakai lagi untuk masak makanan B hari kemudian. Efeknya adalah pakaian tersebut akan berbau campur aduk antara dua jenis masakan berbeda.

Kemudian pakaian tersebut dipakai juga untuk keluar rumah dan tercampur keringat kita. Ketika kita tidak memperhatikan masalah higienis tubuh (mandi, deodoran, dll), aroma pada pakaian akan makin campur aduk. Hasilnya adalah aroma tubuh yang anti sosial. Aroma pribadi yang tidak menghormati sesama atau manusia di sekitarnya.

Oleh karena itu, aku selalu menjaga aroma tubuh supaya tetap ramah.

  1. Aku memisahkan pakaian untuk masak, kerja, tidur, gaul
  2. Aku memakai deodoran
  3. Aku memisahkan parfum dan tidak mencampur-aduk pakaian-parfum
  4. Aku mandi terjadwal.
  5. Kalau lagi jarang mandi ketika musim dingin, aku menggunakan pakaian tebal dan jaket untuk menutupi aroma tubuh mencolok. Tapi aku selalu memakai deodoran jadinya aromaku tidak angkuh.
  6. Aku jarang menggoreng. Kalau menggoreng, berikan waktu selang satu atau dua hari untuk menetralisasi aroma rumah. Hal ini juga membuat aroma masakan tak menempel pada pakaian dalam rumah.
  7. Aku selalu menyikat gigi dengan pasta gigi. Siapa tahu aroma yang sombong dikeluarkan bukan hanya dari keringat melainkan dari napas. Jadi buatlah hawa mulut kita juga ramah.

 

 

Nürnberg, 24 Maret 2012

iscab.saptocondro

 

Dua minggu lalu, aku sempat datang ke embedded world 2012 di Nürnberg Messe. “El Padrino” di tempat kerjaku memberiku tiket.”El Jefe” juga bilang bahwa Beliau juga datang ke sana. Tapi aku tak bertemu dengannya. Tiket tersebut didapatkan dari Lauterbach karena grup di tempat kerjaku menggunakan produknya, yaitu Trace32 untuk men-debug program dalam ECU (electronic controller unit/Steuergerät/unit kendali elektronik).

Nürnberg Messe adalah tempat pameran di Nürnberg. Lokasinya di selatan kota ini. embedded world adalah kegiatan tahunan yang diadakan oleh Nürnberg Messe dalam menampilkan sistem benam. Pada pameran ini, terdapat banyak perusahaan yang bergiat di bidang embedded system (en, de, id).

Ini pertama kalinya aku pergi ke Nürnberg Messe. Biasanya aku pergi Cebit atau Hannover Messe, di Hannover, untuk pameran teknologi. Messe di Nürnberg lebih kecil daripada di Hannover. Tapi menurut Nürnberg Messe, jumlah stan bertambah tiap tahunnya sejak 2009.

Banyak hal yang menarik dari kunjunganku ke embedded world:

  1. Kebangkitan IPv6
    Pada tahun 2015, diperkirakan akan banyak perangkat mikro seperti sensor cerdas, pengendali cerdas, meteran cerdas, rumah cerdas, telpon genggam smartphone, dll yang saling terhubung menggunakan jaringan TCP/IP. Jumlahnya diprediksi sekitar 15 milyar perangkat. Satu rumah bisa saja menggunakan lampu, AC, kompor, kulkas, meteran listrik, dll yang masing-masing memiliki embedded system yang terhubung ke internet atau jaringan lokal TCP/IP. Kebutuhan akan alamat IP ini yang membuat IPv6 lebih menarik bila dibandingkan IPv4
  2. Embedded Cloud
    Beberapa perangkat seperti smart grid, smart sensor, dan smart meter biasanya ditaruh di tempat jauh. Para perangkat ini diperkirakan akan terhubung ke “cloud“. Banyak sistem benam lain yang akan terhubung ke awan ini. Jadi bakal banyak embedded system yang selain dijual dengan kata “cerdas” (smart/intelligent) akan dijual dengan kata “cloud-ready”. Kata “Plug-and-Play” tidak terlalu menarik lagi.
  3. Windows Embedded
    Microsoft dikatakan sebagai pemain baru dalam bidang embedded system/sistem benam di pameran ini. Di sini Microsoft memperkenalkan Windows Embedded Standard 8 (Intelligent Devices). Microsoft ingin masuk ke pasar smart grid dan smart metering.
    Apakah Microsoft pemain baru?
    Sebelumnya Microsoft juga memiliki Windows Embedded Standard 7 (Connected Devices). Di tempat kerja, aku juga memakai osiloskop Tektronix yang memiliki sistem operasi Windows. Perangkat genggamku juga menggunakan Windows Mobile. Jadi Microsoft tidak tiba-tiba saja masuk ke bisnis embedded tetapi ada proses persiapan sebelumnya.
  4. Tempat Makan
    Tempat makan di pameran alias kantin penuh dengan info lowongan kerja. Papan di sana ditempeli dengan info tersebut. Selain itu, head hunter dari berbagai perusahaan outsourcing atau engineering service berkeliaran di sana. Selain mencari makan, pengunjung juga bisa mencari kerja begitu juga head hunter mencari tenaga kerja.
  5. Model-Driven System Engineering
    Sekarang merancang sistem dan mengolah perangkat lunak bisa dilakukan hanya dengan menggunakan model. Software pada ECU kendaraan bermotor tidak perlu diprogram dengan bahasa tingkat rendah seperti assembly language tetapi bisa dengan bermain model pada MATLAB Simulink. Bahasa tingkat tinggi seperti C/C++ dan VHDL bisa digantikan dengan diagram blok pada MATLAB Simulink dalam merancang sistem benam. Beberapa perusahaan bersaing di bidang ini dengan bermacam perangkat keras dan lunak: National Instrument, Lauterbach, ETAS, Mathwork, dSPACE, dll.
  6. Alat pembuat PCB mini
    Alat pembuat PCB hanya setinggi 1 hingga 1,5 meter, dengan panjang dan lebar masing-masing setengah meter. PCB yang dihasilkan bisa beberapa layer dan bisa memiliki through-hole. Universitas mungkin cocok untuk membeli alat seperti ini. Untuk produksi massal, alat ini tidak cocok. Tahun lalu, ada penelitian tentang alat portabel untuk fabrikasi IC yang bisa membebaskan kita dari kebutuhan akan kamar bersih (clean room). Sayang sekali alat seperti ini tak kulihat di pameran ini. Semoga tahun depan, ada alat mini dan portabel untuk fabrikasi IC.
  7. Satelit Mini
    Pada pameran ini, aku menggenggam satelit inderaja (penginderaan jarak jauh) yang ukurannya sebesar batu bata. Satelit ini akan dilontarkan dengan jumlah massal di luar angkasa. Satelit dilengkapi dengan kamera dan sensor lainnya sesuai kebutuhan. Selain itu, satelit ini bisa berkomunikasi dengan satelit lainnya. Kecerdasan buatan digabung dengan kemampuan komunikasi, kedengarannya seperti swarm robotic.
    Sebetulnya tahun lalu, aku pernah membaca tentang satelit berukuran mikro. Ukurannya tidak lebih dari 4×4 cm persegi. Berbagai ukuran satelit dapat dilihat di sini.

Semoga tahun depan, aku bisa pergi ke acara seperti ini lagi.

 

Nürnberg, 18 Maret 2012

iscab.saptocondro

 

 

Pada tahun ketujuh,

akankah kaki ini akan terjejak di tanah itu?

akankah kaki ini akan melangkah ke rumah itu?

akankah hidung ini menghirup lagi udara kota itu?

akankah denyut jantung ini kembali berdetak seirama dengan kota itu?

akankah kuping ini kembali mendengarkan suara tawa asli mereka?

akankah hidupku kembali setelah kematianku tiga tahun lalu?

 

Nürnberg, 2 minggu menanti tahun ketujuh.

iscab.saptocondro