Skip navigation

Rabu, 28 Maret 2012.
Di suatu halte, dua orang berdiri berdampingan di suatu halte angkot di Nürnberg, Jerman. Yang satu, kepalanya botak dengan pakaian penuh simbol Neo Nazi. Satu orang yang lain adalah seorang asing di negeri Jerman yang merantau dari negara kepulauan bernama Indonesia.

Menunggu…
…kapankah angkot itu tiba?

Keduanya terdiam.
Si PalBot (kepala botak) dengan pakaian NeoNazi tampak damai dan tidak agresif.
Si Indon (orang Indonesia) juga terdiam menanti kedatangan angkutan umum.

Ternyata Palbot kalau lagi sendirian tidak berbahaya. Begitu “harmless”. Manusia sebagai seorang makhluk individu berbeda dengan sebagai makhluk sosial. Kalau Palbot tersebut berada dalam rombongan, bisa saja dia provokatif dan agresif  terhadap seorang asing di tanah Jerman. Apalagi kalau sudah dalam pengaruh alkohol. Tapi kali ini, Palbot tersebut sendirian.

Sabtu ini, 31 Maret 2012 di Aufsessplatzt jam 14:30 siang.
Kemungkinan kedua orang tersebut berada pada grup yang berbeda dalam suatu demo.
Yang satu membawa propaganda fasisme tentang suatu Übermensch.
Yang satu membawa propaganda humanisme tentang dunia yang warna-warni seperti bunga dan pelangi.
Keduanya mungkin bertempur membela kubu yang berbeda.

Angkot pun tiba. Keduanya menaiki angkot tersebut.

Nürnberg, 30 Maret 2012.

iscab.saptocondro

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: