Skip navigation

Monthly Archives: May 2012

About Science: Not Perfect is Good

In a battle between two scientists in Hueco Mundo, Mayuri Kurotsuchi gave Syazel Aporro Granz his victory speech. Mayuri is a captain of 12th division in the Gotei 13 of Shinigami. Syazel Aporro is an Arrancar and the octave Espada (top 8). For me, this speech reminds me of the conversation between Krishna and Arjuna in Bhagavad Gita in the war of the clan Bharata (Bharata Yudha) on Kurukshetra. Well, the comparison between two stories is a kind of apple and orange things. But I like both apple and orange.

This is Mayuri’s victory speech about science: Not Perfect is Good.
(translated by Badkarma, unedited) 

***

There is no perfection in this world.
It’s a cliché expression
but it’s the truth.
Thus ordinary people yearn for “Perfection” and seek it out.

But what meaning is there in “Perfection”?

None.
Absolutely none at all.
I abhor “Perfection”

If something is “Perfect” 
then there is nothing better than it.
There is no room for “Creation” within it.
It means there is no opening
for talent or wisdom to enter into it.

Do you understand?
For scientists, perfection is despair.

Something can be more wonderful 
than anything that has existed thus far
but it can never be perfect.

A scientist is an organism
that must continually suffer 
under this constradiction
and even find pleasure in it.

In other words,
you had already lost to me
the instant you uttered that crazy word,
“Perfection”.

This is, of course,
assuming that you were a scientist

***

Bleach is written by Tite Kubo (manga) and Masashi Sogo (animé).
The other version of the Mayuri’s victory speech can be seen in the animé. 

***

Tidak sempurna itu asyik. Ketidaksempurnaan memberi ruang untuk kreasi.

Sebagai pencinta sains, tidak ada tulisan ilmiah yang sempurna sehingga kita harus memperbaiki paper, thesis, tugas akhir, skripsi, dan tulisan lainnya yang sedang kita kerjakan.
Seorang ilmuwan atau scientist tidak pernah cepat puas diri dan selalu belajar hal-hal baru. Semboyanku adalah hari ini aku gaptek dan besok takkan gaptek lagi. Dengan kegaptekan inilah, aku tak berhenti belajar hal-hal baru.
Oleh karena itu, aku selalu menjadi seorang aficianado dalam sains dan teknologi, salah duanya adalah brain research dan robotika, terutama aspek control engineering-nya.

Nürnberg, 28 Mei 2012

iscab.saptocondro

Advertisements

Inilah ulah search engine optimization (SEO) hari ini, 28 Mei 2012.

Konak_crot1

blog: https://iscab.wordpress.com

***

Akhirnya kuubah blog ini dari status untuk semua umur menjadi PG13.
Beginilah Google mengenal blogku. 

Nürnberg, 28 Mei 2012

iscab.saptocondro

*facepalm*

Aku dilahirkan dari keindahan
dan hidup untuk mencintai keindahan
Persetan dengan mereka yang membenci keindahan
yang bersembunyi di balik ayat kitab suci
beserta golok dan pentungan

Aku dilahirkan dari keindahan
dan hidup untuk mencintai keindahan
Tuhan menganugerahi manusia dengan keindahan
untuk dipuja sebagai bagian keagungan diri-Nya
Aku takkan berhenti mencintai keindahan
hingga keindahan memelukku dalam liang kuburku 

Nürnberg, 21 Mei 2012

iscab.saptocondro

Jaman dahulu, aku kuliah di Bremen. Di sini ada Bremens Brise atau Bremen’s breeze, yang artinya angin sepoi-sepoi Bremen. Tingkat sepoi-sepoinya betul-betul sesuai dengan kenyamanan mesin pembangkit listrik, bukan kenyamanan manusia yang mudah masuk angin.

Seperti di kota-kota Jerman Utara lainnya, orang sini tidak menggemari payung. Pepatah “sedia payung sebelum hujan” tidak berlaku di sini. Jas hujan lebih berguna daripada payung 5 euro yang tak bakal berbentuk lagi kalau terkena angin dari Laut Utara. 

Di negara bagian Bremen, terdapat dua kota: Bremen dan Bremerhaven. Orang yang senang dengan hujan dan angin, cocok tinggal di Bremerhaven. Orang yang senang naik sepeda di jalan yang relatif datar-datar saja cocok tinggal di kedua kota tersebut. Rem sepeda tidak terlalu dibutuhkan di kota Bremen, berdasarkan pengalamanku yang selalu punya sepeda murahan tanpa rem yang jelas.

Sungai Weser melalui kota Bremen hingga Bremerhaven di Laut Utara. Pelaut-pelaut hanseatik jaman dahulu melalui sungai ini dengan Hansa Cog ketika mereka berlabuh di Bremen. Dengan kapal yang lebih besar dari Hansa Kogge, mereka membawa tembakau dari seluruh dunia untuk diperdagangkan di Tabak Börse (bursa tembakau Eropa) di Bremen.

Di Bremen dan Bremerhaven ada mahasiswa-mahasiswi Indonesia yang membentuk PPI Bremen dan KKOB. PPI Bremen itu singkatan dari Perhimpunan Pelajar Indonesia di Bremen, bagian dari PPI Jerman. KKOB itu Kita-kita Orang Bremen, yang kerjaannya ngumpul buat masak-masak, makan-makan, nonton film, dan membantu menghabiskan makanan kalau ada kegiatan orang Indonesia di Bremen. Semboyan KKOB adalah “Hajar dan Habisi!” (kalau ketemu makanan).

Universitas apa saja yang ada di Bremen-Bremerhaven?

  • Universität Bremen (uni), kampusku dulu tempat aku kuliah sastra
  • Hochschule Bremen (HS)
  • Hochschule Bremerhaven (HS)
  • Hochschule für Künste Bremen (HfK)
  • Hochschule für Öffentliche Verwaltung Bremen (HfÖV)
  • Hochschule für Internationale Wirtschaft und Logistik (HIWL), kaga gratis
  • Jacobs University Bremen (Jacobs), universitas swasta, kuliah Bachelor dan Master di sini kaga gratis, ada uang kuliah 10000 euro per semester.

Kampusnya kaga sebanyak kampus di kota Bandung, apalagi Jakarta. Tapi aliran dana penelitiannya kencang. Uni Bremen selalu masuk 5 besar dalam menyerap dana penelitian dari Pemerintah Jerman.

Kuliah di perguruan tinggi negeri di sini tidak dipungut uang kuliah 500 euro (tuition) kalau belum lewat batas 7 tahun kuliah dan kalau kamu putra daerah (Landeskinder). Putra daerah maksudnya orang yang tinggal dan terdaftar (angemeldet) di Bremen. Jadi kalau mau kuliah gratis, jangan tinggal melewati perbatasan kota Bremen atau Bremerhaven. Jangan terima apartemen di Delmenhorst karena itu udah negara bagian Niedersachsen (Lower Saxony), sudah bukan Freie Hansestadt Bremen.

Walau tidak ada uang kuliah, tapi tiap semester ada biaya sekitar 200 euro untuk status mahasiswa, administrasi, perpustakaan, fasilitas olahraga murah, dan yang paling penting buat jalan-jalan: Semesterticket. Dengan tiket ini, mahasiswa-mahasiswi Bremen bisa “studi banding” ke Hannover, Hamburg, Osnabrück, Cuxhaven, Emden, dll.

Orang Indonesia jaman Orde Soeharto senang mengambil jurusan teknik, kelautan, dan ilmu alam di Bremen. Kalau mengambil jurusan ekonomi, politik, dan sosial, bisa dicurigai sebagai komunis karena Uni Bremen adalah kampus kiri (Linke). Tapi jaman sekarang beda. Orang Indonesia kini banyak mengambil International Studies of Global Management (ISGM) di HS Bremen, supaya bisa ikut pertukaran pelajar ke Jogja atau Bandung.

Kalau ingin kuliah di 4 kampus sekaligus di Bremen, bisa memilih jurusan Digital Media, baik bachelor maupun master. Jurusan ini kerja sama kampus Uni Bremen, HS Bremen, HS Bremerhaven, dan HfK Bremen. Kalau ingin meneliti laut di Indonesia bisa mengambil S3 di Uni Bremen dan berkantor di Leibniz-Zentrum für Marine Tropenökologie (ZMT) kalau suka sosio-ekologi tropis atau Max Planck Institute (MPI) kalau suka mikrobiologi laut. Bisa dimulai dari jurusan master International Studies in Aquatic Tropical Ecology (ISATEC), yang di atas 90% mahasiswanya didanai oleh DAAD.

Apa kegiatan mahasiswa-mahasiswi Indonesia di Bremen?

  • PPI Bremen, yang kegiatan utamanya makan-makan dan olahraga bareng kalau cuaca mendukung. Setelah olahraga bareng, ada makan-makan.
  • Pengajian Bremen, yang tidak dipengaruhi oleh partai politik atau aliran tertentu, berbeda dengan beberapa kota lain di Jerman.
  • KMKI Bremen, baru dibentuk oleh Dewangga dan Pau Pau.
  • Perki Bremen, yang mengadakan kebaktian setiap minggu III dan pendalaman kitab suci tiap minggu I tiap bulan
  • Gracioso Chamber Choir, buat yang suka paduan suara. Dilatih oleh Robin yang murah senyum dan penuh dedikasi.
  • Gamelan, ada dua klub tempat belajar gamelan 
  • Temu Tantuni, bertemu di warung Tantuni untuk makan Dürüm.
  • Temu Hauptbahnhof, bertemu di stasiun, biasanya ini kegiatan insidental dalam rangka ganti angkot atau janjian sama teman.
  • Temu Vina, bertemu di Vina Store, toko Asia tempa beli beras Asia Tenggara, indomie, dan bumbu-bumbu favorit orang Indonesia. Ini juga biasanya kebetulan.
  • KKOB (Kita-kita Orang Bremen), ini perkumpulan misterius di Bremen. Tokoh utamanya para dukun pemegang pusaka. Semakin sakti seorang dukun, semakin kuat hidungnya dalam mengendus informasi acara makan-makan.
  • Pergi ke danau universitas (Uni See) dan bergabung telanjang dengan kaum nudis di FKK Strand. OK, yang ini, tidak dilakukan oleh kebanyakan mahasiswa-mahasiswi Indonesia di Bremen. Biasanya kita cuma bakar-bakar (Grillen), bermusik, main bola santai, atau main kartu di pantai danau ini.

Nürnberg, 26 Mei 2012

iscab.saptocondro

Pada dasarnya, aku hanya ingin membentuk keluarga berlandaskan kejujuran dan kesetiaan.
Jadi aku ingin bertemu wanita yang jujur dan setia serta reproduktif kalau berpasangan denganku.
Sederhana saja kan intinya, tapi bakal ada tambahan nilai plus kalau dia:

  1. feminis
  2. punya pendirian
  3. wawasan luas
  4. penuh gairah
  5. suka tertawa
  6. suka baca buku
  7. nah, ini yang paling penting:
    Jalan ke rumahnya kaga nanjak

 

— dimodifikasi dari tulisanku tahun 2004 tentang wanita idaman

 

Sabtu, 26 Mei 2012

iscab.saptocondro

P.S. jaman dahulu, nomor 6 adalah “suka warna biru”, kini kuganti “suka baca buku”.

 

Suatu hari di Nürnberg, di tempat yang sama aku menghabiskan 20 menit bersama ketua PPI Franken, aku bertemu dengan Sekjen PPI Jerman 2010-2012, yaitu Hartono Sugih. PPI Jerman singkatan dari Perhimpunan Pelajar Indonesia di Jerman (web). Sekjen singkatan dari Sekretaris Jendral, atau General Secretary. General artinya umum. Sekretaris artinya pembantu. Jadi Sekjen itu Pembantu Umum, yang kerjaannya secara umum adalah menjadi pembantu. Saat itu, Sugih membantu Ketua PPI Franken membuat bakwan.

Hartono Sugih kuliah informatik di Freie Universität Berlin (FU) dan sedang menyelesaikan tugas akhirnya (Bachelorarbeit). Menurut Twitternya, Beliau ini percaya astrologi. Selain astrologi, dia memiliki minat di bidang politik, makanya dia jadi Sekjen PPI Jerman dan selalu terlibat dalam setiap penentuan ketua PPI Berlin.

Dari kameranya, kulihat kalau dia senang fotografi, sebagaimana dari blognya di sana dan di sini. Sesuai jabatannya sebagai pembantu umum (Sekjen), dia juga membantuku menjelaskan mengenai teknik fotografi menggunakan kamera Canon. Maklum, seorang Olympian sepertiku lebih cocok megang Nikon daripada Canon.

Sugih menginap di Nürnberg semalam sebelum kami semua berangkat ke Sportfest PPI Karlsruhe 2012. Kami banyak mengobrol tentang dunia politik PPI Berlin dan PPI Jerman. Juga tentang facebook PPI Jerman yang akhir-akhir ini diisi dengan pertanyaan lugu remaja Indonesia yang ingin kuliah di Jerman dan jawaban sadis dari para pelajar Indonesia yang sedang/sudah kuliah di Jerman. Sugih bermimpi tentang PPI Jerman yang terbebas dari ikatan parpol dan lembaga agama tertentu. PPI Jerman untuk mahasiswa-mahasiswi Indonesia tanpa memandang latar belakang politik dan agama.

Semalam di Nürnberg dan dua hari di Karlsruhe, kuperoleh kesan bahwa Sugih adalah orang yang humoris, pendengar yang baik, pemikir yang tajam dan dalam, serta pandai bergaul. Dalam berpolitik, dia adalah orang yang tekun membangun jaringan dan bukan orang yang senang dengan hal-hal instan. Semoga Beliau menjadi ketua PPI Jerman berikutnya.

Hari itu, Sugih kutemui dalam keadaan berkumis seperti tampangnya dulu di video aksi protes PPI Berlin terhadap kunjungan Komisi I DPR Republik Indonesia. Kalau kuingat bakwan yang kumakan dalam perjalanan ke Karlsruhe, aku jadi ingin menamakannya Bakwan Pak Kumis.

Mari kita nonton video aksi Pak Kumis.

Nürnberg, 24 Mei 2012

iscab.saptocondro

P.S. Di Karlsruhe, kamera yang kugunakan adalah Canon EOS 5D

Di Sukamenak Indah, dekat jalanan terusan Kopo, di Kabupaten Bandung, terdapat pengarang lagu pop Sunda. Lagu-lagunya lumayan terkenal di tahun 80-an dan 90-an di Bandung. Pengarang ini bernama “Emen”.

Lagu asyik, berjudul “Emen” karangan si Emen, cocok buat yang patah hati.
Buat yang pengen bunuh diri, pakai racun tikus yang belinya harus berutang.
Buat yang pengen gantung diri, pakai tali kolor warna hitam.

Lagu asyik, dimulai dari kesengsaraan patah hati, kemudian semakin lama semakin optimis dan semakin tegar dalam menjalani hidup. Cocok buatku yang sering menertawakan diri sendiri ketika menhadapi ketololan.

“Maunya sih aku bunuh diri, Emen… tapi aku masih ingin hidup, Emen… Biar sakit hati ini”
“Kahayangna kuring bunuh diri, Emen… tapi kuring masih hayang hirup, Emen… Najan kuring nyeuri hate” (versi Sunda

Sekarang jalan Kopo bernama Jalan Kyai Haji Wahid Hasyim.
Jalan Terusan Kopo tempat berbelok ke Sukamenak Indah bernama Jalan Kopo-Sayati.
Nasib Emen bagaimana, yah, di abad 21 ini?

Nürnberg, 22 Mei 2012

iscab.saptocondro