Skip navigation

Suatu hari, aku bertemu dengan cewek seksi, yang ternyata berasal dari jurusan Teknik Elektro arus kuat. Biasanya sih, kalau dengar kata Teknik Elektro, aku tidak mungkin mengasosiakan dengan wanita seksi. Apalagi, kata Arus Kuat. Bayanganku tentang arus kuat adalah aku di-OSPEK dengan cara gendong orang, push up berantai, disuruh naik gedung tinggi lalu melambaikan tangan ke lab kalau sudah sampai atas, dll. Kali ini aku bertemu wanita seksi lulusan jurusan tadi. Dia mengajakku pergi ke Praha secara mendadak. 

Ternyata Nürnberg dan Praha itu dekat. Ada jalan bebas hambatan yang langsung menghubungkan keduanya. Nürnberg atau Nurenberg di Jerman, sedangkan Praha atau Prague di Ceko. Di jalan tersebut di Jerman, mobil sempat melaju dengan kecepatan 220 km/jam. Sampailah di Praha, dalam waktu kurang dari 3 jam.

Di Praha, mobil diparkir di Nove Mesto (New Town), tepatnya antara National Museum dan National Theater. Kami pun berfoto di Wenceslas Square. Salju turun dan mentari tak bersinar dengan indah. Jadinya foto-fotoku tidak mantap. Tapi karena acara ini dadakan, jadinya aku tidak merasa kecewa. Mudah-mudahan bisa ke sini lagi di lain waktu dengan kamera yang lebih baik dan suasana lebih asyik.

Praha adalah kawasan Bohemia di Ceko. Jaman dulu, para Bohemian Scholar, dari Praha pergi ke Jerman untuk merayu gadis-gadis Jerman dengan cerita-cerita kehidupan (kuliah) Bohemia. Dulu Jerman, berisi kampung peternakan dan Ceko adalah negara maju dengan universitas yang maju. Jaman sekarang, yang aku tahu tentang Bohemia adalah lagu Bohemian Rhapsody dari Queen.

Dari Nove Mesto, kami pun berjalan kilat menuju Stare Mesto (Old Town), bersama penunjuk jalan seorang mahasiswi di Praha. Dalam perjalanan, tentu saja membeli oleh-oleh murah dari pedagang kaki lima. Museum sex toy pun kami lewati. Tidak kamu kunjungi. Sampailah kami di alun-alun kota (Old Town Square), dengan banyak bangunan gothik dan barok.

Kemudian perjalanan dilanjutkan ke Mala Strana (Lesser Town). Untuk menuju ke sana dari Stare Mesto, harus lewat jembatan karena ada sungai Vltava. Jembatan yang terkenal adalah Charles Bridge. Karena salju yang licin, sulit sekali menari Charleston dengan iringan Party Rock dari LMFAO. Kami pun hanya memotret kastil Praha dan Katedral St. Vitus dari jembatan ini.

Di Mala Strana, kami pun menikmati suasana malam Praha. Kafe-kafe murah yang sering dikunjungi mahasiswa-mahasiswi Bohemia. Minuman khas daerah ini adalah Slivovice dan bir Pilsener. Slivovice adalah minuman hasil fermentasi buah Plum. Cara menyebutnya dalam Bahasa Indonesia adalag Slivovitsa. Pilsener adalah bir yang dibuat dengan metode Pilsen.

Setelah menikmati malam, kami pun pergi menuju Metro terdekat untuk naik kereta bawah tanah menuju museum. Kami pun pulang dengan mobil menuju Nürnberg. Perjalanan kali ini, tidak ditempuh dengan kecepatan lebih dari 100 km/jam. Jalan bersalju, terlalu licin untuk mobil yang tidak memakai ban musim dingin. Kecepatan cukup 60 km/jam saja

Akhirnya sampailah kami di Nürnberg. Akupun terkapar lelah dan teralkoholisasi. Bangun pun dalam keadaan hang over. Aku pun lupa pergi ke Praha sama siapa aja.
Seperti kata cewek seksi Elektro Arus Kuat tersebut, “What happens in Prague, stays in Prague”. Kok, aku bisa ingat kata-katanya, yah?

***

Oh, ya, inilah lagu Bohemian Rhapsody yang dinyanyikan sesampainya di Praha

Inilah Charleston Dance yang biasa dipakai menari di Charles Bridge

Biasanya menggunakan irama Party Rock dari LMFAO

Ini sejarah Charleston Dance di tahun 1920-an.

This is the roaring 20’s! 

Nürnberg, 11 November 2012

iscab.saptocondro

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: