Skip navigation

Tucuxi, mengapa malang nasibmu?

Kau mamalia yang senang berenang di Sungai Amazon. Sedangkan kami punya Pesut Mahakam yang senang berenang di Indonesia. Namamu tidak cocok dengan lidah orang Indonesia.

Oh, Tucuxi, mengapa air dari 4 penjuru kota Solo yang dipilih untuk menyirammu?
Engkau kan dari Peru. Kenapa tidak dari penjuru kota Lima aja? Atau dari Sungai Amazon?

Tucuxi, mengapa kamu jadi nama mobil listrik?
Mobil listrik itu jalan di darat, bukan berenang di sungai. Mungkinkah sesungguhnya kau ditakdirkan untuk menyemplung ke sungai?

Tucuxi, di air kaga butuh rem, tapi di darat mobil itu harus punya rem.
Jangan biarkan orang menghinamu, dengan perkataan bahwa sesungguhnya mobil listrik adalah mobil yang remnya tiang listrik, kalau perlu gardu listrik.

Oh, Tucuxi, kau pun remuk redam. Harga milyaran tak mampu membuatmu berhati-hati.
Namun tenang aja Bondan Prakoso akan menghiburmu, wahai mamalia yang suka berenang!


Si Hitam, hey, dari laut Jawa.

 

Bremen, 6 Januari 2012

iscab.saptocondro   

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: