Skip navigation

Hari ini aku teringat kejadian aneh di suatu kampus perguruan tinggi negeri yang aneh di Bandung. Suatu hari, aku telah memutuskan untuk memperdalam pengendalian diri dengan memilih Control Engineering dalam studiku di jurusan sastra listrik. Aku merasa ceria bersama kawan-kawan Control Engineering seperti yang nampak pada foto berikut.

Control98
Control98
 
Pada suatu hari, usai suatu kelas dan mengisi jeda sebelum memasuki kelas berikutnya, aku duduk nongkrong di depan dinding pahala dan dosa. Di sinilah tembok ratapan bahagia di atas duka. Segenap perjuangan satu semester, terbayar sudah di hadapan papan ini.
Di sana, kulihat seorang kawan sesama Control Engineer. Ia nampak sendu, duduk merenung di ujung. Kudekati dirinya dan kuajak mengobrol. 
“Kenapa lu? Kok, duduk sendirian?” tanyaku.
Ia pun terdiam sejenak. Lalu ia menatapku sayu dan berkata, “Aku lagi ada masalah, nih.”
Aku pun duduk di sampingnya. “Ada apa?”
Ia terdiam. Lalu ia menatap ke arah perempatan Student Center. Kemudian ia menerawang langit.
Aku pun masih menunggu jawabannya.
Akhirnya ia menjawab, “Masalahku ini begini….”
Kutatap matanya dengan pandangan sebagai teman yang siap membantu dalam susah dan senang.
Ia melanjutkan jawabannya, “Aku terlalu ganteng.”
Jadi masalahnya adalah ia terlalu ganteng. Jawaban yang tak kuduga. Ada rasa ingin menonjoknya dengan teknik Bang Bang Control akibat alur logikanya yang fuzzy dan nonlinear tersebut.
Kini kusadari bahwa sebagai Control Engineer, kami memang harus mengontrol kegantengan. Cukup satu orang saja yang cantik, dan biarkan yang lain ganteng terkendali. Ini bagai pepatah “Everything is under Control”.
Banyak sekali kejadian aneh di kampus ini, yang sulit dikendalikan oleh ilmu Control System. Nanti akan kuceritakan pada tulisan berikutnya. Semoga aku bisa menulis lagi setelah belajar Ilmu Pengaturan yang lebih kokoh dan optimal.
Bremen, 25 Mei 2013

via Ignatius S. Condro A.B. (iscab, EL98) & Ganesha Gajah Duduk http://iscabitb.blogspot.com/2013/05/mengontrol-kegantengan.html

2 Comments

  1. mengapa dia merasa bahwa terlalu ganteng itu bermasalah, mas?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: