Skip navigation

Suatu hari, menjelang hari ulang tahunku yang ke-20-an, aku menerima hadiah dari kampusku. Aku menjalani acara wisuda di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga). Gedung yang besar dan sejuk. Saat itu, kapasitas gedung tersebut masih cukup untuk wisudawan-wisudawati S1, S2, dan S3 beserta kedua orang tua dan satu orang yang diselundupkan. Pendamping wisuda, disingkat PW, sesungguhnya tidak diundang, sebagaimana Jailangkung.

Wisuda adalah seremoni yang mengasyikkan. Aku bisa bertemu dan lulus bersama angkatan atas yang (terlalu) mencintai kampus seperti rumah dan angkatan bawah yang ingin cepat-cepat lulus dari neraka jahanam. Beberapa kawan menolak ikut wisuda, karena seusai lulus, langsung pergi ke luar negeri untuk studi lanjut.

Yang menarik dari wisuda adalah euforianya. Asyik juga menggunakan toga dan jas. Wisudawati mungkin menderita karena harus begadang atau bangun pagi, menyasak rambut, memasang make-up, memakai kebaya, dll. Tapi semua penderitaan terbayar dengan senyum bangga ketika berfoto bersama kawan-kawan, kajur, dekan, keluarga, PW, dll. Oh, ya, bokap-nyokapku berfoto dengan wajah lelah karena menunggu antrian foto.

Setelah wisuda, di kampusku, ada acara perarakan. Yang paling asyik dilihat adalah acara penyambutan wisudawan-wisudawati Seni Rupa dan Desain. Biasanya meriah, dengan tarian dan musik serta kostum kreatif. Yang suka nonton gladiator, bisa melihat tawuran antara Fakultas dengan jurusan/program studi yang menyandang kata teknik. Mungkin tawuran sudah tiada lagi di zaman pencerahan ini. Dulu aku masih hidup di kampus jahiliyah. Perarakan penuh dengan warna-warni jaket himpunan jurusan beserta yel dan mars masing-masing.

Para Highlander atau mahasiswa abadi dibabtis-celup di kolam Indonesia Tenggelam. Mereka adalah wisudawan yang nyaris DO karena kelamaan studi. Mereka biasanya dikenal sebagai anak nongkrong di unit-unit ekstrakurikuler kampus ini.

Video dari Liga Film Mahasiswa (LFM) tentang wisuda ITB ini menggambarkan eforia yang kudapatkan sepuluh tahun lalu.

Setelah hari itu, hura-hura berakhir. Semua lulusan kampus ini kembali ke realitas. Sebagian menyongsong hari esok penuh harapan, seperti lagu dari Billboard All Stars. Sebagian merasakan kegalauan Lelaina Pierce dalam Reality Bites. Oh, ya, aku termasuk yang galau, bahkan sampai hari ini.

Bremen, 8 Juli 2013

iscab.saptocondro

via Ignatius S. Condro A.B. (iscab, EL98) & Mbandung Institute of Technology (MIT) http://iscabitb.blogspot.com/2013/07/wisuda.html

2 Comments

  1. wisuda terheboh yg pernah kulihat. Tp senang, mas…
    walau selesai itu harus kembali kpd kegalauan. Yah…dijalani saja dg sebaik-baiknya


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: