Skip navigation

“Telpon Tak Terangkat” adalah satu teknik untuk menolak orang secara halus. Teknik ini cocok untuk orang yang sulit berbohong dan orang yang susah bilang “No” atau “Tidak”. Aku termasuk orang yang gampang dirayu dan susah bilang tidak, jadinya sering menggunakan teknik ini untuk menghindari spamming telpon dari penawar kartu kredit atau kawan-kawan yang lagi semangat MLM (multi-level marketing).

Telephone spamming bukan hanya tentang kartu kredit saja, tapi juga asuransi, langganan majalah, game online, RBT, dll. Aku tidak membenci kawan-kawanku yang terlibat network marketing alias MLM, tapi aku sudah cukup puas dengan hubungan kita yang sebatas kawan, dan tidak perlu dikomodifikasi menjadi hubungan upline-downline.

Berhubung blog ini tentang cinta, maka “Telpon Tak Terangkat” adalah teknik yang dipakai untuk menolak orang yang punya niat pédékaté. Modus-modus pendekatan yang terdengar dalam alunan kata-kata dalam telpon bisa digagalkan dengan  teknik ini. Aku pernah menjadi korban dan pelaku dari teknik ini.

Teknik ini akan semakin “ciamik” (kata orang Jawa), kalau sebelumnya ada kata-kata “I will call you” atau “Nanti, gua telpon lu!”. Sebetulnya teknik “Telpon Tak Terangkat” itu biasanya didahului dengan mantra tersebut. Jadi jangan percaya kalau ada yang bilang “I will call you”.

Biasanya di suatu pertemuan acak, kita berkenalan dengan orang baru. Kita mengobrol sepertinya asyik. Lalu ada acara tukar nomor telpon. Tapi ketika ditelpon, ada teknik “Telpon Tak Terangkat”. Itu pertanda bahwa ia tidak tertarik. Lupakan! Cari yang lain saja! Seperti kata Ustad Cinta dari Radio OZ Bandung, “Mohon MOVE ON, lahir dan batin!”.

Teringat 3 tahun lalu, aku menjadi korban dari teknik “Telpon Tak Terangkat”. Aku mencoba menelpon, tapi tidak diangkat. Suatu hari aku bertemu, aku pun bertanya mengapa tidak mengangkat telpon. Seperti biasa, ada jawaban kalau lagi di kamar mandi, lagi sibuk ini-itu, dll. Sebagai seorang pencari jodoh, kita perlu sadar bahwa segenap alasan ini dan teknik “Telpon Tak Terangkat” adalah pertanda bahwa ia tidak tertarik.

Sebagai orang yang pernah di-MLM-in, kita harus membuat daftar prospek, yang disebut “The Hitlist”. Jadinya daftar prospek ini bukan hanya diterapkan di dunia MLM saja melainkan juga dalam dunia pencarian jodoh. Jika satu prospek gagal didekati, masih ada prospek yang lain. Perpanjang “Hitlist” ini dengan memperluas jejaring sosial. Semakin banyak kawan, semakin mudah jodoh. Jangan biarkan teknik “Telpon Tak Terangkat” membuatmu rendah diri. “He or she is not just into you”. Seperti kata The PanasDalam, jumlah wanita di dunia ada tiga milyar dua puluh satu, jadi wanita buatku bukan hanya dia saja.

Tiga tahun lalu, aku jadi korban teknik “Telpon Tak Terangkat” dari Lady Gaga dan Beyoncé.

Bukan hanya mereka, aku juga jadi korban Rachel dan Sunshine dari Glee. Telponku kaga diangkat, euy.

Tahun ini, aku jadi korban teknik “Telpon Tak Terangkat” dari Jenita Janet. Aku betul-betul di-“reject”.

Kesimpulan dari tulisan ini adalah jika telponmu tidak diangkat, itu artinya dia tidak tertarik. Segeralah MOVE ON! Ini bukan hanya berlaku bagi agen asuransi, MLM, dan kartu kredit saja, tapi juga bagi pemburu cinta. MOVE ON! Cari prospek yang lain. Perluas jejaring sosial.

Kalau masih susah MOVE ON, mari temani Aa bernyanyi di sini.

Bremen, 24 Desember 2013

iscab.saptocondro

via Cinta Sapto Condro http://cintascondro.blogspot.com/2013/12/telpon-tak-terangkat.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: