Skip navigation

Category Archives: TOP

Baru-baru ini, aku memperoleh email dan pesan Facebook, kalau ada Temu Kangen Alumni St. Aloysius. Emailnya adalah tentang kongres alumni, dan serangkaian acara temu kangen dan temu bisnis. Jadwalnya sebagai berikut.

  • IA TOP Gathering Golf Game (Jumat, 31 Juli 2015)
  • IA TOP Biz Gathering (Sabtu, 1 Agustus 2015), oleh Teddy Rachmat (TOP 61), “Enterprise, Leadership and Ethics in Global Business Environment”, di Aula St. Aloysius, Jalan Sultan Agung.  
  • IA TOP Fun Bike (Minggu, 2 Agustus 2015), naik sepeda dari SMA St. Aloysius I di Jalan Sultan Agung ke SMA St. Aloysius II di kompleks Batununggal.
  • Kongres II IA TOP dan Temu Kangen Alumni (Sabtu, 8 Agustus 2015), di SMA St. Aloysius, Jalan Sultan Agung
  • IA TOP Photo Competition (Sabtu, 8 Agustus 2015), di SMA St. Aloysius, Jalan Sultan Agung
  • Main bola bareng IA TOP (Minggu, 9 Agustus 2015)

Terakhir kali, reuni SMA St. Aloysius itu tahun 2009. Aku tidak datang. Saat itu, aku tidak punya uang untuk liburan ke Indonesia. Sebagian kawan-kawan angkatan 98 bisa hadir di sana. Kali ini, aku juga tidak bisa hadir ke Temu Kangen Alumni di tahun ini. Aku berkonsentrasi dengan penelitianku hingga September (atau Oktober), seperti yang kutulis di catatan doktoral berdarah, 28 Juli 2015.

Sewaktu reuni tahun 2009, belum ada organisasi Ikatan Alumni TOP (http://www.iatop.org), melainkan Hexatop (Himpunan Ex dan Alumni TOP). Kali ini, ada Kongres II Ikatan Alumni TOP untuk memilih pengurus. Wakil angkatan diundang untuk menghadiri kongres ini.

Berikut ini foto-foto tentang reuni alumni St. Aloysius.

***

Kongres II dan Temu Kangen Alumni, 8 Agustus 2015
Undangan untuk Wakil Angkatan, Kongres II Ikatan Alumni St. Aloysius/TOP, 8 Agustus 2015
IA TOP Photo Competition, 8 Agustus 2015
IA TOP Fun Bike, 2 Agustus 2015
IA TOP Biz Gathering, 1 Agustus 2015
***

Kawan-kawan Aloy98 di Reuni Akbar SMP/SMA St. Aloysius, tahun 2009 (photo: Novia)
Guru-guru di Reuni Akbar SMP/SMA St. Aloysius, tahun 2009 (photo: Novia)
***

Semoga ada reuni SMA lagi, yang bisa kuhadiri. Entah reuni angkatan 98 maupun reuni akbar multi angkatan. Aku tidak terlalu minat politik ikatan alumni. Jadinya aku menghindari kongres ikatan alumni. Aku hanya ingin reuni yang haha-hihi.

***

Sampai jumpa di reuni berikutnya.

Bremen, 4 Agustus 2015

iscab.saptocondro

Condro, budak Aloy98 nu TOP tea — http://aloyiscabtop.blogspot.com/2015/08/temu-alumni-st-aloysius-2015.html

Bentar lagi, hari Valentine. Kata orang itu Hari Kasih Sayang, atau Hari Cinta Kasih. Buatku tidak penting, bagaimana sejarahnya, sehingga tanggal 14 Februari menjadi Hari Valentine. Banyak teori tentang itu, termasuk juga teori konspirasi. Seperti kata Lenin tentang kesatuan teori dan praktek, bahkan ada yang mempraktekkan teori konspirasi Valentine, dalam bentuk aksi di jalan dan di Facebook untuk menolak maupun mendukung Hari Valentine. Setiap orang memiliki caranya masing-masing untuk memaknai Hari Valentine.

Ada pesan yang kulupa asalnya dari mana, apakah dari Kahlil Gibran atau Antonio de Mello, yaitu “Tanah Suci kita hormati untuk memperingati bahwa setiap tanah yang kita injak adalah suci.
Hari Suci kita peringati, untuk menyadarkan bahwa setiap hari adalah suci dan anugerah Tuhan itu ada setiap hari”.
Begitu pula, Hari Kasih Sayang atau Hari Cinta Kasih itu ada untuk mengingat bahwa kita setiap hari perlu mengasihi sesama manusia.

***

Bagaimanakah Hari Valentine kumaknai?

Hari Kasih Sayang tersebut selalu membuatku mengenang masa-masa di sekolahku dulu. Tiap Valentine, sekolahku membuat hari ini spesial. Speaker sekolah yang biasa dipakai untuk pengumuman dari “komando terpusat”, jadi dipakai untuk ajang “request” lagu dari si anu ke si doi, pada jam tertentu. Beberapa ekskul memiliki kegiatan masing-masing di hari tersebut.

Berhubung aku bergabung dalam ekskul Palang Merah di SMP dan SMA, aku menjadi panitia donor darah. Setiap Valentine, selalu ada aksi donor darah yang bekerjasama dengan PMI pusat dan Lion’s Club. Tunjukkan kasih sayangmu dengan memberikan darahmu, karena darahmu adalah nyawa bagi orang lain. Kira-kira begitulah makna donor darah di Hari Valentine.

Darah adalah nyawa. Menurut ajaran Yahudi dan Kristen, darah adalah tempat nyawa bersemayam (Kejadian 9, Alkitab). Dalam acara kurban menurut beberapa bagian Kitab Keluaran, Imamat dan Ulangan (Alkitab), darah itu untuk Tuhan dan daging  untuk para imam. Dalam Islam, juga sebetulnya darah itu bukan untuk dimakan. Pada acara kurban, dalam Islam, daginglah yang dimakan. Darah itu untuk Tuhan karena nyawa itu untuk Tuhan. Jadi jangan menumpahkan darah sesama manusia (maksudnya membunuh), karena nyawa manusia adalah milik Tuhan. Kira-kira begitulah makna spiritual atau teologis tentang darah. Namun kali ini, darah sebagai nyawa, juga bermanfaat dalam menyelamatkan kehidupan orang lain. Dengan mendonor darah, kita membagikan sebagian nyawa kita untuk sesama manusia.

Waktu sekolah di SMA, aku masih takut jarum. Jadi aku tidak ikut mendonor darah. Aku hanya menjaga meja pendaftaran atau meja kue. OK, dari postur tubuhku yang gembul, pasti pembaca blog ini tahu kalau aku lebih sering berada di meja kue. Inilah yang disebut sebagai “The Law of Cookie Gravity”.

Setiap Valentine, aku selalu melihat seorang kawan wanita, yang tidak pernah kapok mendonor darah. Kenapa kusebut “kapok”? Lebih baik kuceritakan profil kawanku ini. Dia adalah penari jaipong terbaik di sekolahku. Dia memiliki rasa sosial yang tinggi. Setiap ulang tahun, dia merayakan di panti asuhan. Aku juga pernah ke rumahnya dan di akhir, aku selalu pulang membawa kue yang diberikannya. Jadi kuduga, dia memang orang yang suka berbagi. Saat aksi donor darah Valentine di sekolah, dia pun membagikan darahnya. Akan tetapi, tiap kali selesai donor darah, dia selalu pingsan. Tapi dia tidak kapok-kapok mendonorkan darahnya. Tiga kali Valentine di SMA, dia selalu jadi pendonor yang pasti pingsan. Dan bodohnya kami yang Palang Merah, tetap saja tidak kapok membiarkan dia mendonorkan darahnya. Seperti kata Patkay, “memang begitulah cinta, deritanya tiada akhir.”

Kupikir-pikir, setiap Valentine yang kuingat adalah donor darah di sekolah. Aku tidak pernah merayakan Valentine, ketika aku jomblo maupun ketika berpasangan. Mungkin karena pengalamanku hanya bersama cewek tomboy. Hari spesial buat kami adalah hari ulang tahun masing-masing, bukan hari Valentine. Spesial pakai coklat! Jadi Valentine yang paling terkenang secara mendalam adalah Bloody Valentine, Cinta Berdarah.

Kini aku merenung, karena tidak bisa mendonor plasma darahku di Hari Valentine tahun ini. Padahal aku sudah sembuh dari rasa takutku akan jarum. Aku lagi dalam masa-masa perawatan gigi. Selama sebulan setelah cabut gigi, aku belum boleh mendonor plasma darahku. Selain itu, minggu ini alias besok, aku harus merasakan penambalan gigi. Kegiatan donorku pun harus tertunda lagi. Aku tidak bisa memberikan cintaku pada sesama manusia dalam bentuk plasma darahku.

***

Sebagian tulisan tentang donor darah, donor plasma darah, dan Valentine kali ini, mungkin mirip dengan catatanku sebelumnya:

Darah Juang!

Oldenburg dan Bremen, 12-13 Februari 2015

iscab.saptocondro

Condro, budak Aloy98 nu TOP tea — http://aloyiscabtop.blogspot.com/2015/02/bloody-valentine-cinta-berdarah.html

Kini kusadari bahwa sekolahku kini menjadi sekolah untuk Alay. Mungkin di dalamnya, para siswa akan belajar Bahasa 4L4y serta tarian bilas-bilas-jemur-jemur Alay. Foto di bawah ini, selain menggambarkan kapitalisme dan komodifikasi yang merambah sekolahku, juga menggambarkan ke-4L4y-an.

Sekolah Alay di Bandung, foto dari Anjar

Aku bersedih bukan hanya karena sekolahku menjadi tempat iklan penerbit buku. Aku bermuram hati bukan hanya karena ada poster dan spanduk lain yang berisi iklan lembaga kursus, perguruan tinggi, dll. Aku merasa masam bukan hanya karena pendidikan telah menjadi komoditas. Aku merasa geram bukan hanya karena sekolah menjadi lahan penumpukan modal yayasan yang menaunginya dan para penerbit buku. Melainkan juga karena sekolahku menjadi Alay.

Bremen, 12 Juli 2013

iscab.saptocondro

via Condro, budak Aloy98 nu TOP tea http://aloyiscabtop.blogspot.com/2013/07/sekolahku-alay-sekali.html

Ada karya siswa-siswi SMA St. Aloysius Bandung (yang TOP itu). Karyanya seperti perkembangan dari marble track senior-seniornya jaman dahulu. Karya ini adalah tugas akhir praktek Fisika di sekolah ini.

Dari video di bawah ini, ada aplikasi ilmu Fisika SMA

  • pelajaran mengenai Hukum Newton tentang gerak, terutama yang melibatkan gaya gesek pada bidang miring pada ilmu Fisika kelas 1 SMA
  • bola dan silinder yang menggelinding pada bidang miring mengingatkan kita akan pelajaran tentang Momen Inersia, diajarkan di kelas 3 SMA.
  • jeruk yang masuk ke air, berhubungan dengan gaya pitagoras dan gaya hidrolik pada fluida.
  • panah berhubungan dengan gaya pegas: Hukum Hooke
  • balon yg terbang berhubungan dengan gaya pitagoras

Silahkan tonton videonya di sini.

Guru fisika yang berjasa mengembangkan kegiatan praktek Fisika seperti ini adalah Pak Hananta (fb), yang punya blog taberi sinau fisika (http://taberisinau.wordpress.com/).

Nürnberg, 3 Februari 2012

iscab.saptocondro

Ada karya siswa-siswi SMA St. Aloysius Bandung (yang TOP itu). Karyanya seperti perkembangan dari marble track senior-seniornya jaman dahulu. Karya ini adalah tugas akhir praktek Fisika di sekolah ini.

Dari video di bawah ini, ada aplikasi ilmu Fisika SMA

  • pelajaran mengenai Hukum Newton tentang gerak, terutama yang melibatkan gaya gesek pada bidang miring pada ilmu Fisika kelas 1 SMA
  • bola dan silinder yang menggelinding pada bidang miring mengingatkan kita akan pelajaran tentang Momen Inersia, diajarkan di kelas 3 SMA.
  • jeruk yang masuk ke air, berhubungan dengan gaya pitagoras dan gaya hidrolik pada fluida.
  • panah berhubungan dengan gaya pegas: Hukum Hooke
  • balon yg terbang berhubungan dengan gaya pitagoras

Silahkan tonton videonya di sini.

Nürnberg, 3 Februari 2012

iscab.saptocondro