Skip navigation

Suatu hari di kantin mahasiswa di Universitas Bremen, aku mengobrol dengan mahasiswi jurusan Sosiologi. Ia sedang membuat tugas tentang “harga diri” (wiki: en.de), yang dalam bahasa lain biasa disebut “Würde” (Jerman), “Dignity” (Inggris), “Dignitas” (Latin), atau “Marwah” (Arab). Ia harus mengetik makalah 8 halaman tentang harga diri dan juga membahas dengan rekan-rekan kuliahnya. Sedangkan aku hanya lagi makan bareng dengannya.

***

Suatu hal yang menarik dari harga diri adalah ia tidak kelihatan tapi ada. Harga diri adalah suatu bagian dari jati diri manusia, baik sebagai suatu pribadi maupun sebagai makhluk sosial. Harga diri manusia terikat dengan identitas manusia tersebut: dari mana ia berasal, apa agama yang dipilihnya, bagaimana bentuk tubuhnya secara biologis, apa suku, bangsa, dan kewarganegaraannya, apa orientasi seksualnya, dan bagaimana status pernikahannya.

Walau tidak kelihatan, harga diri seorang individu kalau dikumpulkan bisa menjadi harga diri suku, harga diri kampung, hingga harga diri bangsa. Termasuk juga harga diri suatu umat beragama.

Harga diri suatu bangsa yang membuat manusia rela berkumpul, berjuang bersama membentuk suatu bangsa dan juga negara. Namun harga diri bangsa juga bisa memecah suatu negara supaya bangsa tersebut bisa berpisah demi membuat negara lain yang baru.

Berbeda dengan tubuh fisik, yang terluka ketika mendapat kekerasan fisik, seperti dianiaya, harga diri tidak butuh kekerasan fisik untuk terluka. Hanya butuh kata-kata atau mungkin hanya gambar tanpa kata-kata, untuk membuat harga diri terluka. Sekali lagi kutekankan, harga diri itu ada, walau tiada bentuk yang terlihat atau bisa dipegang.

Harga diri yang terluka bisa membuat orang berkumpul dan melakukan protes ketika ada tokoh politik yang membuat komentar tidak menyenangkan tentang agama. Berkumpul bersama dan menunjukkan sikap atau pendapat di khalayak umum untuk memperjuangkan harga diri dan berkata lantang bahwa harga diri kami terluka oleh kata-kata atau tindakan seorang pemimpin adalah hak yang diakui oleh undang-undang banyak negara dan juga oleh berbagai perjanjian internasional dan deklarasi universal hak asasi manusia.

***

Sebagai seorang pemimpin hendaklah seseorang menjaga kata-katanya untuk tidak melukai harga diri manusia. Sebagai seorang netizen hendaklah seseorang tidak mengedit kata, gambar, dan video untuk provokasi sehingga makin banyak harga diri yang terluka. Sebagai seorang yang harga dirinya terluka, hendaklah protes secara strategis dan tidak melakukan hal-hal bodoh yang membahayakan diri sendiri dan orang lain, serta malah melukai harga diri orang lain. Sebagai seorang yang tidak ikut protes karena merasa harga dirinya baik-baik saja, juga hendaknya tidak mencemooh mereka yang sedang berduka dan berkabung karena harga diri terluka.

Setiap orang harus menemukan dirinya sendiri yang merupakan bagian dari sesamanya. Semoga di sana, ia menemukan bahwa harga dirinya adalah harga diri sesamanya. Menjaga dan menghormati harga diri sesama manusia akan pula menjaga dan menghormati harga diri sendiri.

Bremen, 5 Desember 2016

iscab.saptocondro

Sapto Condro Serius — http://saptocondro.blogspot.com/2016/12/harga-diri.html
posted on December 05, 2016 at 01:05AM in the year of Chinese Yang Red Fire Monkey and Javanese Lalana / Je.

Koneksi adalah suatu hal penting.

Bremen, 25 Oktober 2016

iscab.saptocondro

Aku lagi belajar instagram: cara melekat (embedding). Semoga sukses.

Chay Box

A post shared by iscab.saptocondro (@iscab) on

Bremen, 25 Oktober 2016

iscab.saptocondro

 

Apakah yang bisa kutuliskan dari smartphone? Bentar lagi sinyal hilang. Jadi cuma bisa segini aja.

Oldenburg, 5 September 2016 

iscab.saptocondro

Kemarin di kantor Jade HS Oldenburg mati lampu. Listrik tidak mengalir seharian karena ada pemeriksaan jaringan listrik. Aku pun berada di Bremen (baca Catatan PhD Berdarah, 30 Agustus 2016), untuk mengerjakan hal-hal yang bisa kukerjakan di rumah. Bekerja di kantor cukup rumit karena batere laptop sudah soak dan harddisk eksternal harus selalu tersambung ke jala-jala listrik.

Aku teringat bahwa di Jerman, jarang sekali aku merasakan mati listrik. Di Bremen, sempat kudapatkan surat pemberitahuan akan pemadaman bergilir. Akan tetapi saat itu aku berada di kantor, jadinya aku tidak merasakan padamnya listrik. Ketika aku masih kuliah master di Bremen, hanya dua kali dalam lima tahun, aku merasakan mati listrik di malam hari. Aku pun jadi kangen dengan masa-masa mati lampu di (kabupaten) Bandung, Indonesia, yang nyaris setiap hari. Ketika mati lampu, bintang-bintang Selatan bisa nampak lebih jelas kulihat dari atas genteng rumahku di Margahayu Permai dulu.

Kali ini, aku pertama kali mendapatkan mati listrik di Niedersachsen. Selalu ada yang pertama untuk segala sesuatu. Aku pun mulai merenungkan bahwa aku harus bisa tetap produktif dalam risetku dengan kesadaran penuh: apa yang bisa kukerjakan di rumah dan di kantor, dengan sumber daya masing-masing lokasi. Padamnya listrik membuatku tersadar bahwa hambatan selalu ada, tapi aku tidak boleh lupa dengan tujuanku sebagai pekerja sains. Aku harus bergerak terus ke depan, menyelesaikan masalah, satu per satu dan langkah demi langkah.
Habisi!

Oldenburg, 1 September 2016

iscab.saptocondro

Sapto Condro bernyanyi bersama semilir angin Sachsen Hilir — http://saptoconiedersachsen.blogspot.com/2016/09/mati-listrik-di-kantor-oldenburg.html
posted on September 01, 2016 at 08:08PM in the year of Chinese Yang Red Fire Monkey and Javanese Anama / Jimawal.

¿Por qué aprendo español?
Aprendo español para cantar la canción española.
Aprendo español para cantar canciones en español.

***

Why do I learn spanish?
I learn spanish to sing spanish song.
I learn spanish to sing songs in spanish.

***

Warum lerne ich Spanisch?
Ich lerne Spanisch um spanisches Lied zu singen.
Ich lerne Spanisch um Lieder auf Spanisch zu singen.

***

Mengapa aku belajar bahasa Spanyol?
Aku belajar bahasa Spanyol untuk menyanyikan lagu berbahasa Spanyol.
Aku belajar bahasa Spanyol untuk menyanyikan lagu-lagu berbahasa Spanyol.

Oldenburgo, 24.08.2016

iscab.saptocondro

Sapto Condro en español — http://spaniscab.blogspot.com/2016/08/por-que-aprendo-espanol.html
posted on August 24, 2016 at 07:00PM in the year of Chinese Yang Red Fire Monkey and Javanese Anama / Jimawal.

Setelah lebih dari 10 tahun di Jerman, baru kini kusadari perbedaan antara DE dan DT. Keduanya adalah singkatan yang lazim dipakai di Jerman.

DE atau de berarti Deutschland, yaitu negara Jerman atau Germany. Website dengan domain ‘.de’ adalah website dari negara Jerman, contohnya saptocondro.de.

DT atau dt berarti Deutsch, yaitu bahasa Jerman atau german language. Singkatan ‘dt.’ menandakan suatu kata-kata dari bahasa Jerman.

Bremen, 13 Agustus 2016

iscab.saptocondro

German story of Cerita Jerman Sapto Condro in Deutschland — http://saptocondeutschland.blogspot.com/2016/08/beda-de-dengan-dt.html
posted on August 13, 2016 at 09:22PM in the year of Chinese Yang Red Fire Monkey and Javanese Anama / Jimawal.