Skip navigation

Tag Archives: indonesia

What an Indonesian hears when a German ask “Warum?”:
“Vaghghum?”

What a German hears when an Indonesian ask “Warum?”:
“Uaarrrrrum?”

Nürnberg, 1 Septermber 2012

iscab.saptocondro 

Advertisements

Selain dari Saykoji dan dari tokoh politik Indonesia, lagu Indonesia Pusaka dari band Superman is Dead ini cukup menarik.

Indonesia Pusaka yang penuh semangat. (link)

Pusaka Indonesia kini masih tinggal di Nürnberg, Bayern, Jerman.

Nürnberg, 4 April 2012

iscab.saptocondro

Cara menyanyikan Indonesia Pusaka adalah dengan bergotong-royong.

Ini lagu gotong royong dari Saykoji.

Pusaka Indonesia sekarang sedang berada di Nürnberg, Bayern, Jerman.

iscab.saptocondro

This is a short video of Brain Computer Interface research in Bandung, Indonesia.

The research is conducted in the School of Electrical Engineering and Informatics (STEI) in Institut Teknologi Bandung (ITB).

iscab.saptocondro

Aku suka video klip ini. Jaya Suprana bisa menyatukan politisi paska Soeharto dalam satu video musik, dengan segenap kelebihan dan kekurangannya (dalam bermusik). Walaupun berbeda kepentingan politik namun bisa bersatu dalam satu lagu.

Pengen juga bikin beginian dengan tokoh-tokoh mahasiswa dan ilmuwan Indonesia yang merantau di luar negeri.

 

Nürnberg, 28 Januari 2012

iscab.saptocondro

 

Ada suatu persekutuan Kristen (Indonesia) di Bremen, namanya Perki Bremen. Organisasi ini memiliki blog lama yang tidak (atau sulit) diperbaharui lagi. Hal ini disebabkan pembelian Blogger oleh Google yang waktunya bersamaan dengan para admin blog yang sedang pindahan (dan mengerjakan thesis). Sebelum mereka thesis eh pindahan, ada percobaan mengutak-atik HTML dan JS supaya menjadi blog yang lebih baik tetapi proyek ini berhenti sampai di sini.

Setelah melalui proses panjang, di antara kegaptekan dan sulitnya mencari waktu, mulailah blog baru Perki Bremen dirintis sejak 2009. Blog ini masih versi Beta karena ada hal-hal politis, maksudnya hal-hal yang secara organisasi belum disetujui. Jadi masih menunggu penilaian khalayak dalam menentukan nasib blog baru ini, baik dari segi desain maupun isi.

Oh, ya, blog baru ini ditemukan di alamat http://perkibremen2009.blogspot.com

Tujuan awal pendirian blog Perki Bremen (seingatku) adalah

  • memublikasikan isi Pendalaman Alkitab Perki Bremen
  • memublikasikan renungan Kristiani (dengan tak lupa mencantumkan sumber asli)
  • yang lainnya lupa karena notulensi tidak di tanganku

Pada blog baru, terdapat desain yang mengakomodasi prinsip web 2.0. Ada tautan menuju Facebook dan milis Perki Bremen serta tautan ke website Perki Eropa dan Perki se-Eropa. Karena arsip milis bersifat terbuka, blog baru bisa menampilkan “feed” dari milis. Intinya sih menambah kekuatan dalam jejaring di dunia maya internet.

Tampilan blog baru masih kurang menarik karena masih menggunakan “template” jadi dari Blogger. Kawan Rudolf S.B. mencoba memikirkan gambar yang bisa menggambarkan ke-Indonesia-an sekaligus ke-Bremen-an (Jerman). Namun sulit sekali, akhirnya pasang gambar merah-putih plus Garuda. Akibatnya jadi kaya situs resmi Pemerintah Indonesia. Tapi setidak-tidaknya dua admin ini jadi belajar bagaimana cara menempel gambar di blogger.

Untuk saat ini, isinya baru sebagai berikut

Ke depannya, blog baru akan dibuat multi penulis. Semua anggota Perki Bremen (yang punya akun Blogspot) bisa menulis di blog ini. Tujuannya adalah meningkatkan semangat gotong royong. Blog lama sulit diperbaharui karena mengandalkan kemampuan satu orang (atau quasi satu orang). Ada tertulis, jika dua tiga orang berkumpul dalam nama Yesus maka di situ Dia hadir. Nah, “multi-author-ish” alias “Mehrautorig” ini akan menjadi kekuatan baru pada blog ini. Kebersamaan akan menghalau kesepian. Kekurangan satu orang ditutupi dengan kelebihan yang lain. Bersama kita bisa!

Perjuangan masih panjang! Para penulis blog harus dikunjungi satu-satu (dan dijarah makanannya olehku) supaya mau (dan bisa) menulis di blog ini. Mereka sudah di-invite tapi tidak ada balasan. Entah gaptek atau tidak ada waktu. Seperti biasa, orang Indonesia di Bremen tidak akan “bergerak” kalau tidak dikunjungi secara personal.

Silahkan melihat dan menilai blog baru.